FaktualNews.co

Peta Potensi Kekeringan di Tulungagung, 9 Desa Jadi Langganan Krisis Air Bersih

Lingkungan Hidup     Dibaca : 168 kali Penulis:
Peta Potensi Kekeringan di Tulungagung, 9 Desa Jadi Langganan Krisis Air Bersih
FaktualNews.co/Istimewa
Pengiriman air bersih di Desa Pelem, Jumat (6/11/2020).

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Memasuki musim kemarau, BPBD Tulungagung memetakan lima kecamatan yang masuk dalam kawasaran rawan bencana kekeringan di Tulungagung. Pemetaan itu mengacu pada temuan bencana kekeringan beberpa kawasan di Tulungagung pada tahun kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Soeroto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap beberapa kawasan di Tulungagung yang rawan terjadi bencana kekeringan di musim kemarau saat ini.

Pasalnya, beberapa kawasan tersebut ketika masuk musim kemarau, kesulitan air yang disebabkan sumber air mengering.

“Seperti biasanya pada saat kemarau, dampaknya adalah kekeringan yang membuat suplai air masyarakat berkurang,” tuturnya, Rabu (16/6/2021).

Kawasan yang sudah dipetakan itu, tersebar di lima kecamatan yakni, Kecamatan Pucanglaban, Tanggunggunung, Kalidawir, Rejotangan dan Besuki.

Lima kawasan tersebut, selain masuk dalam dataran tinggi, kondisi hutannya juga gundul dan tandus. Akhirnya banyak sumber air yang berkurng.

“Karena sumber air kering, banyak masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Biasanya pada awal musim kemarau kekeringan akan terjadi di sembilan desa. Namun, jika musim kemarau itu berkepanjangan, kawasan yang mengalami kekeringan akan ikut bertambah hingga mencapai 16 desa.

Bahkan masyarakat yang biasanya mengandalkan hippam untuk memenuhi kebutuhan air bersih juga ikut berkurang akibat kemarau. Karena dari tiga pompa air yang ada, ketika menginjak musim kemaru hanya ada satu pompa yang berfungsi.

“Pompa hippam yang masih berfungsi itu juga tidak mampu mencukupi kebutuha masyarakat, jika melihat pada tahun sebelumnya,” paparnya.

Saat ini pihaknya tengah mengajukukan bantuan berupa tandon air, jurigen, dan serta menyiapkan truk pembawa air yang akan disuplai kepada kawasan yang mengalami kekeringan.

Hal itu dilakukan untuk mengantisispasi dini jika terjadi bencana kekeringan di Tulungagung yang sudah menjadi langganan tiap tahunya.

“Sudah kami siapkan, baik tandon air hingga truk-truk tangki pembawa air bersih,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh