FaktualNews.co

RS Rujukan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto Penuh, Tambah Bed dan Nakes

Kesehatan     Dibaca : 276 kali Penulis:
RS Rujukan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto Penuh, Tambah Bed dan Nakes
FaktualNews.co/lutfi hermansyah
Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Direktur RSUD Prof dr Soekandar ,dr Djalu Naskutub meninjau RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto terus bertambah. Hal ini berimbas ketersediaan bed Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 dan kekurangan tenaga kesehatan (nakes).

Seperti RS Umum Daerah (RSUD) Prof dr Soekandar Mojokerto, Bed Occupancy Ratio (BOR)-nya telah 100 persen. Sehingga pihak RS tersebut diminta Pemerintah Kabupaten Mojokerto menambah bed atau tempat tidur pasien.

Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Djalu Naskutub mengatakan, saat ini jumlah pasien sebanyaak 68 orang berada di ruangan biasa, 6 orang di ICU, 2 anak dibawah 17 tahun 2, dan 1 bayi yang ditempatkan diruangan khusus.

“Kalau kemarin bed-nya penuh, memang 68 (pasien). Untuk sekarang masih penuh. Kita diminta untuk nambah,” kata Direktur RSUD Prof. dr Soekandar, dr Djalu Naskutub, Selasa (29/06/2021).

Untuk mengatasi overload, dalam minggu ini direncanakan penambahan menjadi 100 tempat tidur (TT) yang akan diletakkan di ruangan lantai 3 RS tersebut.

“Dalam minggu ini akan menambah menjadi 100 TT. Hari ini di bantu BPBD untuk masang tenda yang diperuntuk pasien Covid-19,” kata Djalu.

Djalu menyebut akan menambahkan jumlah nakes untuk mengatantisipasi agar tidak kewalahan jika nantinya pasien tiba-tiba membludak.

“Sekarang kita masih proses penambahan nakes untuk perawat, sudah dibuka pendaftaran,” ujarnya.

Sekertaris Dinas kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr Ulum Rokhmawan menyampaikan, telah melakukan rapat koordinasi dan evaluasi dengan instasi terkait jika nanti terjadi lonjakan di RS akan dipersiapkan Puskesmas di Kecamatan dan beberapa Puskemas yang gunakan rawat inap.

“Puskesmas yang dulu dipersiapkan untuk rawat inap akan di fungsikan kembali sebagai tempat perawatan. Dan juga semua desa diminta untuk bersiap untuk menyediakan tempat isolasi,” tandasnya.

Menurut dr Ulum, sejauh ini pasien Covid-19 di Kabupaten Mojokerto memang mengalami lonjakan. Akan tetapi tidak sampai membuat gundah-gulana dari sisi penanganan.

“Alhamdulillah tidak sampai membuat gundah gulana, lonjakan memang iya. Dalam hal ini penanganan pasien Covid-19 di beberapa tempat fasilitas kesehatan sampai dengan pasca perawatan tidak ada masalah,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam siaran pers tertulisnya mengatakan, Pemkab berusaha secara maksimal untuk menanggulangi pandemi ini. Kekurangan yang mungkin terjadi, akan terus diperbaiki.

“Saya mohon dukungan masyarakat, untuk bersama-sama melawan Covid-19 dengan bersungguh-sungguh menaati prokes 5 M,” katanya.

Bupati juga menjelaskan langkah-langkah pemetaan Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto dalam penanganan pasien positif. Yakni, berusaha mengendalikan ketersediaan BOR RS dan OTG bisa isolasi mandiri di rumah dengan catatan memenuhi syarat dan terus dipantau tim satgas.

“Gejala ringan bisa di puskesmas, sedangkan gejala sedang sampai berat kita tangani di RS,” tambah Ikfina.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono