FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polisi Lumajang Kibarkan Bendera Raksasa di Air Terjun Tumpak Sewu, Begini Berjuangannya

Event     Dibaca : 405 kali Penulis:
Polisi Lumajang Kibarkan Bendera Raksasa di Air Terjun Tumpak Sewu, Begini Berjuangannya
FaktualNews.co/efendi murdiono
Pembentangan bendera raksasa.

LUMAJANG, FaktualNews.co-Polres Lumajang Jawa Timur mengibarkan bendera merah putih raksasa di wisata Air Terjun Coban Sewu dan Panorama Tumpak Sewu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Kamis (1/7/2021).

Pengibaran bendera ukuran 100 meter x 6 meter di tebing terjal tersebut, sebagai rangkaian memperingati Hari Bhayangkara Ke-75.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno yang memimpin kegiatan tersebut dibantu Kasat Lantas AKP Bayu Halim Nugroho, Kasat Sabhara, AKP Jauhar Ma’arif, disertai 7 orang profesional dari Dear Traveller Adventure Team dipimpin Ernold (Komando 71) dan 81 orang personel Polres Lumajang.

AKBP Eka Yekti Hananto Seno menuturkan Pengibaran bendera merah putih raksasa tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara Ke-75

“Hari ini kita melaksanakan pengibaran bendera raksasa merah putih 100 meter x 6 meter di tebing air terjun Coban Sewu dan Panorama Tumpak Sewu,” ujarnya.

Selain itu, jelasnya, kegiatan tersebut juga bertujuan mempromosikan obyek wisata di Kabupaten Lumajang

Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan, nilai-nilai nasionalisme harus ditularkan kepada generasi muda, juga wisata alam yang luar biasa yang dimiliki oleh Kabupaten Lumajang yang kebetulan berbatasan dengan Kabupaten Malang.

“Air Terjun Coban Sewu dan Panorama Tumpak Sewu bisa disebut Niagara-nya bangsa kita, bangsa Indonesia,” tutur Kapolres

Kapolres Eka Yekti menambahkan dalam kegiatan ini, banyak hambatan, banyak kendala, sebelum akhirnya sampai ke berhasil membentangkan bendera raksasa.

Intinya, sambung kapolres, ada hambatan dari faktor alam karena lokasi di alam. Ada kendala angin, dan tekanan angin, tekanan air, sangat mempengaruhi.

Kemudian, tambah kapolres juga banyaknya semak, kontur tebing yang tidak lurus, jadi banyak sekali celah-celah.

“Itu menyulitkan kita untuk melakukan beberapa manuver pengibaran bendera merah putih,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono