FaktualNews.co

Segera Terwujud, Jembatan Gantung di Lumajang Terpanjang se-Indonesia

Peristiwa     Dibaca : 589 kali Penulis:
Segera Terwujud, Jembatan Gantung di Lumajang Terpanjang se-Indonesia
FaktualNews.co/efendi murdiono
Pengerjaan Jembatan Gantung terpanjang di Indonesia

LUMAJANG, FaktualNews.co-Proyek pembangunan jembatan gantung Kaliregoyo yang menghubungkan antara Dusun Sumberkajar Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang segera terwujud.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan, pembangunan jembatan gantung Kaliregoyo rencana akan diselesaikan selama 212 hari dengan panjang 198 meter yang menjadikannya sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia.

“Insyaallah akhir bulan depan sudah selesai dan sudah bisa digunakan. Jembatan gantung ini dibangun dengan anggaran Rp 9 Miliar lebih, bersumber APBN melalui Kementerian PUPR,” katanya, saat meninjau pengerjaan jembatan gantung, Minggu (4/7/2021).

Dijelaskan, jembatan gantung tersebut dibangun menanggapi keresahan masyarakat Kebondeli Selatan yang selalu menyeberang sungai untuk akses pemenuhan kebutuhan setiap harinya. Termasuk anak-anak sekolah yang seringkali menyeberangi sungai setiap berangkat dan pulang sekolah.

“Saat terjadi banjir di Kaliregoyo, dua RT di Kebondeli Selatan Desa Sumberwuluh ini akan tertutup aksesnya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Termasuk kalau ada yang sakit atau mau melahirkan, tentu tidak bisa segera dapat ditangani dengan cepat,” ujar bupati.

Bupati berharap hasil pembangunan jembatan gantung Kaliregoyo akhir bulan depan akan jadi pemandangan panorama indah.

Usai meninjau jembatan gantung, Bupati Lumajang juga meninjau Titik Nol Jalan Limpas Tambang Pasir guna melakukan mediasi dengan para penambang pasir manual atau sedotan dan pengemudi truk pasir.

Bupati Lumajang mengatakan, ke depan akan ada beberapa perencanaan pembenahan jalan limpas tambang pasir yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Dirinya juga meminta saat perbaikan jalan dilakukan, para penambang pasir manual atau sedotan yang melalukan pengambilan pasir agar menjauh dari perbaikan jalan tambang, sehingga tidak menggangu jalan.

“Ke depan setelah jalan limpas tambang diperbaiki, jalan tambang bisa dimanfaatkan dan dijaga supaya sama-sama mendapatkan hasil,” imbuhnya.

Diketahui, disepanjang jalan limpas tambang pasir mulai dari titik nol masih terdapat pungutan liar oleh oknum masyarakat.

Untuk itu, Bupati berharap segera ada tindakan dari instansi terkait untuk segera melaksanakan koordinasinasi dengan kepala desa setempat agar menegur atau memperingatkan oknum masyarakat tersebut.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags