FaktualNews.co

Sehari 18 Pasien Covid-19 di RSUD Jombang Meninggal, Pemulasaraan Jenazah Harus Mengantre

Peristiwa     Dibaca : 285 kali Penulis:
Sehari 18 Pasien Covid-19 di RSUD Jombang Meninggal, Pemulasaraan Jenazah Harus Mengantre
FaktualNews.co/Muji Lestari
Sejumlah keluarga pasiean meninggal RSUD Jombang yang menunggu giliran sedang duduk-duduk di trotoar depan kamar jenazah, Selasa (6/7/2021).

JOMBANG, FaktualNews.co – Jumlah pasien RSUD Jombang yang meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol kesehatan, melonjak.

Pemulasaraan khusus yang membutuhkan waktu lama, membuat keluarga pasien harus mengantre menunggu giliran pemulasaraan sesuai dengan protokol Covid-19.

Pantauan di RSUD Jombang, sejak beberapa hari terakhir, belasan keluarga pasien nampak duduk-duduk menunggu di trotoar jalan persis di depan Kamar Jenazah rumah sakit tersebut, Selasa (6/7/2021).

Salah satunya dialami oleh Sukoyo. Pria yang juga Kepala Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang itu kehilangan salah satu anggota keluarganya akibat sakit paru-paru.

Sukoyo mengaku  menunggu hingga belasan jam untuk proses pemulasaraan sang paman berinisial S (70) di Paviliun Kenanga itu.

“Saya dari kemarin malam pukul 18.00 WIB, sampai siang ini. Sudah hitung saja sendiri berapa jam itu,” ujar Sukoyo.

Kata Sukoyo, selain dirinya masih ada puluhan pasien lain yang meninggal dalam kurun sehari. Entah itu pasien dengan hasil diagnosa covid-19 atau hanya suspek, karena memiliki riwayat penyakit.

“Saya saja antrean ke delapan belas. Informasinya yang saya dengar, ada lebih dari 30 antrean,” tandasnya.

Sukoyo pun berharap semua musibah ini segera berakhir dan tidak ada lagi antrean pasien covid-19. Sehingga di desanya diapun meminta warganya selalu mengedepankan protokol kesehatan secara ketat.

“Warga saya tetap saya minta jaga protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas,” harapnya.

Catatan di RSUD Jombang, dalam sehari ada 18 kematian pasien terkonfirmasi covid-19. Jumlah ini belum ditambah dengan kematian berstatus probable atau suspek.

Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran mengakui tingginya angka kematian tersebut sebab rata-rata pasien yang datang sudah dalam kondisi kritis.

“Memang sebagian besar pasien covid-19 mulai tanggal 5 Juli sampai 6 pagi ini tercatat 18 pasien meninggal, semuanya confirm, ada yang probable, ada yang suspect tapi saya tidak berapa,” ungkap Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran.

Berdasarkan data di laman Dinkes Kabupaten Jombang tertanggal 5 Juli 2021 jam 14.00 WIB, hingga saat ini tercatat 11 Kecamatan dengan status zona merah, 7 Kecamatan zona oranye, 2 Kecamatan kuning. Status ona hijau satu-satunya disandang oleh kecamatan Wonosalam.

Sementara jumlah pasien komulatif mencapai 5538 kasus dengan rincian sebanyak 299 pasien masih dirawat dibeberapa rumah sakit dan 50 lainya menjalani isolasi mandiri.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh