FaktualNews.co

Penyebar Video Hoaks di Jember Ditangkap, Akui Kesal dengan Penerapan PPKM Darurat

Peristiwa     Dibaca : 265 kali Penulis:
Penyebar Video Hoaks di Jember Ditangkap, Akui Kesal dengan Penerapan PPKM Darurat
FaktualNews.co/hatta
Tangkap layar video hoaks yang disebarkan terduga pelaku yang seolah terjadi di Pasar Tanjung

JEMBER, FaktualNews.co – Agus Dian Toro (31) warga Jalan Kaca Piring, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, ditangkap polisi pukul 2 dini hari, Rabu (7/7/2021).

Pria itu diduga sebagai pelaku yang menyebarkan video hoaks, soal kerusuhan antara pedagang dan petugas Satpol PP, Selasa (6/7/2021) malam.

Dalam video berdurasi 25 detik itu, terduga pelaku mengunggah video tersebut di sebuah grup medsos Facebook dengan memberikan keterangan terjadi kerusuhan di Pasar Tanjung, Jember. Keterangan itu dinilai provokatif.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, akun medsos facebook milik terduga pelaku bernama Dian.

Ia memposting video tersebut dengan menambahkan tulisan. “Age Tetep lokdown Jember, Remuk kabeh ndasmu Saiki, Kate bok pakani ta rakyatmu karo untune” (Ayo mau tetep melockdown Jember? hancur semua sekarang kepalamu, mau diberi makan apa rakyatmu,” tulis akun Dian dalam postingannya.

Selain itu, video serupa juga tersebar di grup whatsapp. Namun keterangan dalam video tersebut, tertulis kejadian konflik antara petugas Satpol PP dengan pedagang pasar di Kawasan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Menanggapi hal ini, Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pelaku itu.

Kata Komang dari penelusuran polisi, video kerusuhan tersebut benar adanya. Tetapi tidak terjadi di kawasan Pasar Tanjung.

“Dari penyelidikan polisi, video itu terjadi di sebuah pasar wilayah Banda Aceh. Bukan di Pasar Tanjung. Kejadiannya sekitar beberapa bulan yang lalu,” kata Komang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Terkait alasan dari terduga pelaku menyebarkan video hoaks tersebut, kata Komang, dari interogasi polisi karena alasan kesal dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Jadi motif pelaku karena kesal dengan adanya PPKM Darurat, menurutnya PPKM Darurat menyebabkan kegiatannya dibatasi,” ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Komang mengatakan jika pelaku bisa dijerat dengan UU ITE. Karena menyebarkan informasi hoaks atau berita bohong. “Kalau ancamannya penjara kurang lebih 5 – 6 tahun,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono