FaktualNews.co

Tak Ada Jembatan, Anak-anak di Nganjuk Ini Nekat Seberangi Sungai untuk ke Sekolah

Peristiwa     Dibaca : 175 kali Penulis:
Tak Ada Jembatan, Anak-anak di Nganjuk Ini Nekat Seberangi Sungai untuk ke Sekolah
FaktualNews.co/romza
Tangkap layar dari video yang disimpan warga dan memperlihatkan anak sekolah melintasi sungai di Desa Cepoko Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, FaktualNews.co-Sejumlah anak sekolah diangkat dua orang warga menyeberangi sungai, karena tidak ada jembatan di lokasi itu.

Itu terekam dalam video warga setahun lalu. Kejadian ini berada di Dusun/Desa Cepoko, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Kondisi sampai sekarang masih sama, tidak ada jembatan.

Di lokasi yang sama, pernah juga terekam dalam video, warga pengiring jenazah nekat menerobos jalur sungai tersebut, yang disebut Sungai Kuncir.

Video anak nekat seberangi sungai itu dibenarkan oleh warga Dusun/Desa Cepoko, Abu Amar (35). Dia mengakui, kalau video itu diambil sekitar satu tahun yang lalu.

“Video itu, kurang lebih 1 tahun yang lalu,” kata Abu Amar, Jumat (09/07/2021) saat ditemui wartawan.

Amar mengatakan, semua anak-anak dari dukuh tersebut banyak yang bersekolah di Desa Cepoko. Amar juga menyebut, jumlah warga Dukuh Tahunan ini ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK).

Mereka nekat menyeberangi sungai, kata Amar, lantaran tidak ada jembatan penghubung antar Dukuh Tahunan ke Dukuh Cepoko di Dusun/Desa Cepoko.

Kalaupun warga dan anak-anak melewati jembatan, mereka harus melewati jarak tempuh yang jauh, yakni ke Desa Kuncir. “Kurang lebih jaraknya dua kilometer,” ungkapnya

Menurut Amar, sekolah di Desa Cepoko ini ada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dalam video itu, Amar menjelaskan, mereka terpaksa mencebur dan berjalan ke bagian jalur sungai Kuncir. Terlihat dalam video tersebut, mereka melewati bebatuan sungai.

Beruntung, ada warga yang mengawasi saat itu. Mereka dibantu warga menyeberangi sungai. Hanya kalau air sungai banjir atau besar sajalah, sebut Amar, mereka akan melewati jembatan kuncir.

“Kalau ada kendaraan, enak lewat sana (jembatan kuncir). Tapi kalau tidak punya kendaraan, ya nekat menyeberang,” pungkasnya

Selain itu, juga karena jarak tempuh ke jembatan Kuncir ini lebih jauh, maupun anak-anak sekolah, tidak memilih lewat jembatan Kuncir.

Kepada pihak terkait, dia berharap, jembatan penghubung antar Dukuh Tahunan dan Dukuh Cepoko ini bisa segera dibangun.

Jembatan ini, menurut Amar, pernah diusulkan ke Pemerintah Daerah di setiap tahun. Yakni melalui Musyawaran Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes). Namun, hingga saat ini belum juga terealisasi.

Karena hingga kini, warga dan anak-anak masih nekat melewati dengan berjalan di jalur sungai Kuncir. Meskipun, saat ini dikala ada bebatuan. “Biasanya itu (warga dan anak-anak) nekat (melewati jalur sungai),”imbuhnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono