FaktualNews.co

Timbun Tabung Oksigen di Masa Pandemi, Kakak-Adik Asal Sidoarjo Diringkus

Kriminal     Dibaca : 173 kali Penulis:
Timbun Tabung Oksigen di Masa Pandemi, Kakak-Adik Asal Sidoarjo Diringkus
FaktualNews.co/risky prama
Kapolda Jatim (tengah) didampingi Kabid Humas saat konferensi pers di Gedung Humas Polda Jatim

SURABAYA, FaktualNews.co – Timsus Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, membongkar perdagangan alat kesehatan berupa tabung oksigen di Sidoarjo. Dalam kasus ini, polisi menangkap dua orang tersangka, AS dan TW.

Kedua tersangka ini mempunyai peran masing-masing. Untuk tersangka AS, dia membeli tabung oksigen dari PT NI dengan harga Rp 700.000, dan menjualnya kembali ke pembeli FR dengan harga Rp 1.350.000. Padahal harga eceran tertinggi (HET) Rp 750.000.

Tersangka AS dalam menjalankan aksinya dibantu tersangka TW, yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri. Keduanya ditangkap Jumat (9/7/2021).

Peran tersangka TW adalah memasarkan tabung oksigen melalui media sosial (Facebook dan Whatshapp). Tersangka AS dan TW memperoleh keuntungan berlipat. Untuk setiap tabung oksigen Rp 650.000.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, dalam Operasi Aman Nusa telah melakukan kegiatan yang telah diberikan oleh Kabareskrim dan Kapolri, dalam rangka penanganan Covid-19.

Yakni menjamin ketersediaan obat-obatan, ketersediaan oksigen dan penyaluran bantuan sosial.

“Dari tugas itu, polda jatim mendapatkan informasi adanya dugaan penyaluran oksigen. Kami dari satgas bekerjasama dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk memastikan ketersediaan oksigen, kelancaran distribusi dan stabilitas harga,” jelas Irjen Nico Afinta, Senin (12/7/2021) siang.

Tim Satgas Polda Jatim mendapatkan informasi, ada penjualan tabung oksigen di atas HET. Lalu dalam situasi sekarang banyak masyarakat yang membutuhkan oksigen. Khususnya masyarakat yang sakit Covid-19.

“Di sisi lain ada orang yang mencari keuntungan dengan membeli oksigen dan menjual kepada orang lain dengan harga dua kali lipat,” tambahnya.

Dengan adanya laporan tersebut, polda jatim melakukan pendalaman dan berhasil menyita 129 tabung oksigen yang berada di sidoarjo. Kemudian tim satgas gakkum mendapatkan nama tersangka di media sosial (Facebook).

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak membeli tabung oksigen untuk disimpan dan obat – obatan untuk disimpan terlebih lagi untuk dijual kembali,” ucap dia.

Sementara untuk tersangka masih dilakukan pendalaman, dan untuk tabung oksigen akan diserahkan ke distributor kembali. Yang nantinya bisa diserahkan kepada yang membutuhkan dengan harga yang sesuai.

Kepada para pelaku akan dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags