Peristiwa

PCNU Kota Surabaya Imbau Nahdiyin Alihkan Dana Kurban untuk Warga Terdampak COVID-19

SURABAYA, FaktualNews.co – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengimbau nahdiyin agar mengalihkan dana berkurban untuk membantu warga lain yang terdampak COVID-19.

Imbauan ini seiring adanya Surat Edaran Nomor 5, tanggal 9 Juli 2021 yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

“Saya kira itu imbauan yang sangat tepat, sesuai dengan konteks kebutuhan hari ini, di mana masyarakat yang diperlukan memang kebutuhan pokok untuk bertahan hidup. Jadi yang berniat untuk kurban karena sudah memiliki persediaan untuk itu diimbau oleh PBNU supaya mengalihkan kurbannya untuk keperluan membantu mereka yang terdampak COVID-19,” Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri, mengatakan kepada media ini melalui sambungan telepon, Kamis (15/7/2021).

Bukan hanya kepada warga terdampak COVID-19, Muhibbin juga mengajak nahdiyin di Kota Surabaya turut membantu mereka yang sedang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah karena terpapar COVID-19.

Bantuan itu kata Muhibbin, bisa diberikan dalam bentuk dukungan moral maupun dengan memberikan bantuan pangan selama menjalani Isoman.

“Termasuk keperluan yang dibutuhkan saat isolasi seperti vitamin, susu, nutrisi-nutrisi yang diperlukan,” lanjutnya.

Muhibbin menegaskan, PCNU Kota Surabaya sejak awal telah memiliki program bantuan khusus diperuntukkan bagi warga yang sedang menjalani Isoman karena COVID-19. Bantuan tersebut, dia katakan, berupa paket sehat yang diperoleh dari jamaah NU, relawan maupun masyarakat umum.


Berita manarik lainnya:

Kekerasan terhadap Jurnalis Tempo, PWNU dan PCNU Surabaya Minta Polda Profesional


“Kita tinggal menyalurkan saja. Ada stok apa ya, keperluannya tentu jauh dari cukup. Nanti pemerintah Kota Surabaya juga melakukan hal yang sama. Insya Allah meringankan beban saudara-saudara kita itu,” tandasnya.

Mengenai pelaksanaan salat Iduladha 1442 Hijriyah, Muhibbin berpesan kepada Nahdiyin agar mengikuti aturan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan melaksanakan salat di rumah saja.

Menurut dia, salat Iduladha di rumah tidak akan mengurangi keutamaan dari peringatan hari raya kurban. Karena yang menjadi pertimbangan disini katanya, adalah aspek keselamatan diri dan orang lain di tengah wabah COVID-19 yang masih merajalela.

“Dan itu lebih baik, karena apa? Untuk menjaga keselamatan diri dan kesehatannya,” ucap Muhibbin.

Begitu pula dengan prosesi penyembelihan hewan kurban. Ia meminta panitia tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan meminimalisir kerumunan, membatasi jumlah orang yang terlibat, mengenakan alat pelindung diri serta menjaga kebersihan lokasi. Baik itu saat penyembelihan hingga pengolahan daging kurban.

Masyarakat juga dimintanya tidak datang ke lokasi penyembelihan hewan kurban, seperti yang biasa terjadi ketika virus COVID-19 belum menyerang negeri ini. Ketika tahap penyaluran daging kurban, panitia hendaknya membagikan langsung dari rumah ke rumah.

“Cukup petugas-petugas saja yang melaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mengantarkan daging ke rumah-rumah, saya kira itu lebih bermanfaat,” tutupnya.