FaktualNews.co

Kasus Covid-19 Meningkat, Singapura Memberlakukan ‘PPKM’ Selama Sebulan

Internasional     Dibaca : 73 kali Penulis:
Kasus Covid-19 Meningkat, Singapura Memberlakukan ‘PPKM’ Selama Sebulan
FaktualNews.co/Istimewa
Sejumlah warga Singapura mengenakan masker ketika mengantre di sebuah kasir toko swalayan, Jumat (14/5/2021). (apnews.com)

SINGAPURA, FaktualNews.co – Singapura akan menutup layanan makan di restoran dan melarang pertemuan lebih dari dua orang selama satu bulan mulai Kamis (22/7/2021).

Demikian dikatakan kementerian kesehatan menyusul peningkatan kasus virus corona, yang memberikan pukulan bagi rencana pembukaan kembali negara itu.

Pembatasan akan ditinjau dalam dua minggu ketika negara itu mendekati tenggat waktu untuk memvaksinasi dua pertiga populasinya pada 9 Agustus mendatang.

Kasus virus corona baru hampir dua kali lipat pada hari Senin dari hari sebelumnya dan Ong Ye Kung, menteri kesehatan, mengatakan 184 infeksi baru diperkirakan dikonfirmasi pada hari Selasa (20/7/2021) ini.

Dia mengatakan vaksinasi telah selesai untuk setengah populasi negara-kota.

Pemerintah mendorong untuk meningkatkan tingkat penerimaan di antara orang tua, di mana 30% tetap tidak divaksinasi.

Jumlah kasus baru harian Singapura lebih kecil dibanding kasus yang dilaporkan di tempat lain di Asia Tenggara. Namun demikian, pengetatan tindakan hanya beberapa hari setelah pelonggaran, merupakan kemunduran bagi pusat bisnis Asia yang ingin bergerak dari pandemi.

“Kita harus melakukan pengetatan pre-emptive ini sehingga kita dapat mengurangi tingkat aktivitas kita secara keseluruhan dan memperlambat penularan,” kata Lawrence Wong, ketua bersama gugus tugas virus corona, dilansir Reuters.

“Tujuannya sekarang adalah memberi kami waktu sehingga kami dapat memvaksinasi lebih banyak orang, terutama para manula kami.”

Setelah situasi stabil, Singapura akan memiliki tindakan yang lebih lunak bagi mereka yang divaksinasi, kata Wong.

Singapura telah meningkatkan pengujian setelah kelompok infeksi di bar karaoke KTV dan pelabuhan perikanan.

Klaster KTV telah menimbulkan kemarahan dan pertanyaan publik atas kebijakan menjadikan ruang tunggu yang terkenal memfasilitasi prostitusi dan perjudian, yang untuk sementara diizinkan beroperasi sebagai restoran.

Pemerintah mengatakan intervensi penegakan hukum diperpanjang.

Singapura telah melaporkan lebih dari 63.000 infeksi virus corona secara keseluruhan, sebagian besar terkait dengan wabah di asrama pekerja migran tahun lalu.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
Sumber
Reuters

YUK BACA

Loading...