FaktualNews.co

Partai Pengusung Bupati Kritisi Minimnya Informasi Penanganan Covid-19 di Jember

Peristiwa     Dibaca : 126 kali Penulis:
Partai Pengusung Bupati Kritisi Minimnya Informasi Penanganan Covid-19 di Jember
FaktualNews.co/hatta
Ketua DPD Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghofur saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

JEMBER, FaktualNews.co-DPD Nasdem Jember mengkritisi Pemkab Jember terkait masyarakat Jember yang dinilai banyak yang belum paham tentang upaya Pemkab Jember, dalam penanganan Covid-19 di Jember.

Partai Nasdem sendiri merupakan salah satu parpol pengusung pasangan Bupati Hendy Siswan dan Wabup Gus Firjaun saat Pilkada Jember lalu.

Menurut Ketua DPD Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghofur, persoalan itu karena adanya informasi yang tidak tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.

Penyebabnya, sambung Marsuki, pemkab kurang komunikasi dan bekerjasama yang baik dengan media.

“Kita sebagai partai pengusung, bahkan yang merekom pertama kali merasa kecewa banget, terkait kurangnya komunikasi dan bentuk kerjasama dengan media,” kata Marsuki dikonfirmasi di rumahnya Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Minggu (25/7/2021).

Marsuki mengaku melakukan klarifikasi langsung dengan bupati Hendy. Menurutnya, karena kurangnya kerjasama, khususnya dengan perusahaan media atau wartawan, menyebabkan informasi dari Pemkab kurang masif tersampaikan lewat ke masyarakat.

“Terkait bentuk kerjasama dengan media itu, saya bersama sekjen dan pengurus partai lainnya menanyakan, ‘Pak Bupati, ini kok belum terbayarkan teman-teman media?’ padahal kerjasama dengan media itu, membantu memberikan informasi kepada masyarakat. Terutama soal sepak terjang pemerintah daerah dalam mengatasi ataupun informasi perihal penanganam Covid-19 ini. Ini yang penting kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, jika pemkab tidak menggandeng media untuk melakukan publikasi, sulit bagi masyarakat, untuk tahu upaya apa yang dilakukan pemkab tentang penanganan Covid-19 ini.

“Kalau kerjasama dengan media belum jelas. Karena sampai saat ini belum terbayar, bahkan honornya kurang lebih sejak 6 bulan yang lalu. Ini jadi persoalan. Bagaimana media bisa meneruskan informasi itu ke masyarakat,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, kata Marzuki, pihaknya berharap agar pemerintah kabupaten lebih peka. Karena media membantu terkait penyampaian informasi itu.

“Tapi jika tersendat soal kerjasama. Kan jadi susah untuk menyampaikan informasi lainnya. Ini menjadi koreksi, bahwa pemerintah harus bisa menjalin kerjasama yang baik dengan media. Sehingga bisa tersampaikan secara jelas, sejauh mana informasi kepada masyarakat itu,” tegasnya.

Diketahui oleh Marsuki, berita-berita soal penanganan Covid-19 di Jember. Termasuk upaya pemerintah soal informasi dari PPKM Darurat itu sebagian sudah tayang dan tersampaikan lewat publikasi yang baik.

“Bahkan jawaban bupati katanya sudah klik semua, surat kerjasama dan bentuk komunikasi dengan media sudah dilakukan. Juga sudah ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Infokom untuk cepat diselesaikan,” ungkap Marsuki.

“Lah tapi kemudian sekarang tidak jelas. kelanjutannya. Ini tentu jadi pertanyaan. Yang bermasalah bupati atau kepala Dinas Infokomnya?” imbuhnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono