FaktualNews.co

PPKM Diperpanjang Lagi, Begini Keluh-Kesah Pedagang Pasar Mimbaan Situbondo

Ekonomi     Dibaca : 176 kali Penulis:
PPKM Diperpanjang Lagi, Begini Keluh-Kesah Pedagang Pasar Mimbaan Situbondo
FaktualNews.co/fatur
Keadaan Kompleks Pasar Mimbaan yang lengang.

SITUBONDO,FaktualNews.co-Sejumlah pedagang di Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, menyesalkan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 9 Agustus 2021 mendatang.

Sebab, akibat penerapan PPKM Darurat, sejumlah pedagang di kompleks Pasar Mimbaan Baru Situbondo, mereka mengaku sepi pembeli. Bahkan, jumlah pelanggannya turun hingga mencapai 60 persen.

Ida, salah seorang pedagang nasi di pasar Mimbaan Baru di Kota Situbondo mengatakan, selama penerapan PPKM Darurat, jumlah pembeli di warungnya turun drastis.

Padahal, sebelum penerapan PPKM Darurat pembeli datang silih berganti, sehinggga setiap hari menghabiskan 25 hingga 30 kilogram beras.

“Namun sejak penerapan PPKM Darurat, setiap hari hanya mampu menghabiskan 10 kilogram. Makanya, saya mewakili teman-teman menyesalkan penerapan PPKM Darurat yang diperpanjang hingga 9 Agustus mendatang,” kata Ida, Senin (2/8/2021) malam.

Menurutnya, selama penerapan PPKM Darurat sebelumnya, para pedagang sudah merasakan dampaknya. Belum habis dampak penerapan PPKM Darurat sebelumnya, kini sudah diperpanjang lagi.

“Jelas sangat sepi pembelinya. Jika seterusnya seperti ini kita bisa tutup karena sulit mencari penghasilan setiap hari. Saya dan teman-teman pedagang mengharap PPKM tidak lagi di perpanjang,” ucap Ida.

Selain pedagang nasi, para penjual baju di kompleks pasar juga ikut berkomentar, meminta agar PPKM tidak lagi diperpanjang, melihat pendapatan kian hari terus menurun.

“Pembeli sekarang sepi hingga mengakibatkan pedagang yang ada di kompleks pasar ini mengeluh. Seharusnya PPKM ini sudah berlalu, agar pendapatan kembali normal, pekerjaan normal dan isi saku juga normal. InsyaAllah jika semunya tenang, Covid segera pergi dengan sendirinya. Jika ketakutan, imun tubuh melemah, akhirnya malah kena Covid-19,” kata Ismail, pengelola Toko Sahabat Jaya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono