FaktualNews.co

Masjid Legendaris di Jombang, Terkenal Karena Menaranya Pernah Pindah Sendiri

Sosial Budaya     Dibaca : 470 kali Penulis:
Masjid Legendaris di Jombang, Terkenal Karena Menaranya Pernah Pindah Sendiri
FaktualNews.co/Muji Lestari
Pemaandangan Masjid Baitul Muttaqin (dari arah depan) di Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (7/8/2021).

JOMBANG, FaktualNews.co – Selalu ada cerita menarik yang secara budaya ‘tersimpan’ melalui tradisi tutur masyarakat. Pepunden desa, bangunan peninggalan Belanda, dan bahkan tempat ibadah, adalah sebagian dari hal yang menyimpan beragam kisah.

Sebuah masjid yang legendaris di Kabupaten Jombang, konon adalah bangunan pertama terbesar ke-3 yang pernah dibangun di wilayah Kecamatan Peterongan, terkenal memiliki cerita nyeleneh yang tak asing bagi warga tempat bangunan itu berdiri; Desa Bongkot.

Masjid bernama Baitul Muttaqin itu, yang lokasinya berada tepat di sudut tikungan Dusun Jegrek, pernah menggemparkan karena beberapa orang di sekitar masjid itu dikabarkan menyaksikan sendiri titik lokasi menara berpindah tempat.

Meskipun tidak jauh, bergesernya menara sebesar itu, tetap saja mencengangkan dan membuat warga terheran-heran.

Salah satu tetua desa setempat, Zaenuri, kepada FaktualNews.co menceritakan banyak warga yang tahu pergeseran lokasi menara itu.

“Lubang bekas menara di titik lamanya itu pun bahkan disaksikan oleh banyak orang. Lubangnya kelihatan menganga, namun esok harinya, menara itu kembali ke tempat semula. Pindah beberapa meter dan balik lagi,” tutur Zaenuri ditemui di kediamanya, Sabtu (7/8/2021).

Cerita nyeleneh lainnya, Zaenuri mengatakan, terjadi tiga tahun silam. Ketika itu takmir masjid dan warga sepakat untuk merenovasi sejumlah bagian bangunan masjid yang mengalami kerusakan.

“Saat itu semua juga tahu bahwa atap dan kubah rusak, cor dan kayu penyangga juga patah,” jelas Zaenuri.

Warga pun secara swadaya kemudian urunan untuk renovasi yang diperkirakan akan menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Dana yang terkumpul dari warga saat itu mencapai RP. 250 juta dan dianggap cukup untuk renovasi tersebut.

“Kami sudah mengecek kerusakananya dan membuat perkiraan anggaran yang dibutuhkan, bahkan sudah terkumpul dan masjid siap kami perbaiki,” kata Zaenuri.

Para tukang bangunan dan kuli pun berkumpul di hari yang ditentukan untuk mulai renovasi. Namun apa yang terjadi, kata Zaenuri bernada heran, ternyata para tukang dan warga yang datang ke lokasi tak melihat kerusakan apapun di masjid tersebut. Kubah dan atap masjid utuh, seperti belum pernah rusak sama sekali.

“Semua orang heran. Saya sendiri sebelumnya juga melihat waktu masjid itu rusak. Tidak jadi merenovasi tapi akhirnya uang yang terkumpul tersebut dipergunakan untuk mempercantik masjid,” Zaenuri menuturkan.

Saat ini, Masjid Baitul Muttaqin tersebut masih berdiri kokoh. Bangunannya yang terlihat sederhana, cukup mengesankan bahwa rumah ibadah itu kaya dengan cerita.

Lokasi masjid yang tepat di tepi jalur penghubung antara Kecamatan Peterongan dengan Kecamatan Sumobita kerap dijadikan tempat singgah para pengguna jalan. Biasanya, mereka salat di sana dan sekalian beristirahat melepas penat.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh