FaktualNews.co

Tradisi Larung Sesaji di Blitar Tetap Digelar, Tertutup untuk Umum

Sosial Budaya     Dibaca : 207 kali Penulis:
Tradisi Larung Sesaji di Blitar Tetap Digelar, Tertutup untuk Umum
FaktualNews.co/dwi haryadi
Larung sesaji memperingati satu Suro di pantai Tambakrejo Blitar, tahun lalu.

BLITAR, FaktualNews.co – Ritual atau tradisi larung sesaji perayaan 1 Muharram atau 1 Suro di pantai selatan Tambak Rejo Kabupaten Blitar tetap digelar, meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Hanya saja larung sesaji yang rencananya digelar Rabu (11/8/2021) akan berbeda dengan sebelumnya, ketika situasi normal. Tahun ini larung sesaji digelar secara tertutup, dan sederhana.

Kepala Disparbudpora Blitar Suhendro Winarso, mengatakan, untuk tahun ini, karena masa pandemi Covid-19 dan masih penerapan PPKM, larung sesaji satu Suro di pantai tambakrejo diadakan dengan cara sederhana dan tertutup untuk umum.

Selain itu, prosesi upacara larung sesaji ini juga tidak dilaksanakan di pinggir pantai seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi untuk tahun ini kami adakan dengan cara tertutup. Larung digelar Rabu 11 Agustus, diikuti 20 orang yang akan melakukan prosesi inti,” kata Kepala Disparbud, Selasa (10/8/2021).

Dia menambahkan, selain diadakan secara tertutup, acara larung juga tidak mengundang Forkompimda. Yang penting prosesi ini tidak dilupakan.

“Acara langsung ke intinya, yaitu doa yang dipimpin sesepuh spiritual di sana dan larung sesaji. Jadi singkat, karena langsung ke acara inti,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Hendro, lokasi prosesi akan ditutup pagar. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan masyarakat yang mendekat ke lokasi prosesi.

Mereka yang terlibat langsung juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti screening suhu tubuh, dan tes rapid antigen. “Kami berharap semua bisa memahami karena kondisi masih pandemi,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono