FaktualNews.co

Pasar Lesu, Petani Cabai Rawit di Blitar ‘Menjerit’

Pertanian     Dibaca : 226 kali Penulis:
Pasar Lesu, Petani Cabai Rawit di Blitar ‘Menjerit’
FaktualNews.co/Istimewa
Petani cabai rawit di Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

BLITAR, FaktualNews.co – Petani cabai rawit di Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar mengeluhkan harga komoditas pertaniannya yang terus merosot sejak dua pekan terakhir.

Anjloknya harga cabai rawit tersebut diduga akibat banyaknya pengepul yang mengurangi dagangan kulakannya. Dengan demikian, hasil panen dari petani membanjir dan berakibat pada anjloknya harga.

Fatono, salah satu petani cabai rawit di Desa Kolomayan mengatakan, bila harga cabai terus merosot pentani terancam akan rugi.

Dalam hitungan Fatoni, bila harga terus merosot dan tidak segera naik lagi, petani cabai rawit tidak akan mampu mengembalikan modal tanamnya.

Dalam dua pekan, kata dia, harga cabai yang semula di kisaran harga Rp. 50 ribu per kilogram berangsur merosot sampai di kisaran harga Rp. 15 ribu per kilogram.

“Kalau harga terus turun seperti ini terancam bangkrut. Di awal panen per kilogram masih lima puluh ribu rupiah, namun sejak dua minggu terakhir terus menurun sampai lima belas ribu per kilogram,” kata Fatoni, Rabu (18/8/2021).

Fatoni menambahkan, merosotnya harga cabai tersbut diperkirakan merupakan dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang.

“Pesanan pasar turun drastis karena pedagang banyak yang tidak jualan akibat perpanjangan PPKM. Demikian juga para pengepul,” ujarnya

Sejauh ini, jelas Fatoni, dia telah mengeluarkan beaya sekitar Rp. 15 juta untuk lahan cabai rawit seluas 0,5 hektare. Sejak panen hingga saat ini, usaha pertanian di lahan tersebut belum balik modal.

“Hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti ini. Semoga saja pasar segera membaik dan harga cabai kembali naik,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh