FaktualNews.co

As Truk Air Kemasan Patah, Jalur Bawah Jembatan Semanggi Jember Macet

Peristiwa     Dibaca : 111 kali Penulis:
As Truk Air Kemasan Patah, Jalur Bawah Jembatan Semanggi Jember Macet
FaktualNews.co/hatta
Truk muat air minum kemasan yang as rodanya patah.

JEMBER, FaktualNews.co – As roda belakang truk pengangkut air kemasan nopol L 8095 WM patah, menyebabkan jalur bawah Jembatan Semanggi Jalan Bengawan Solo, Kecamatan Sumbersari, Kamis (19/8/2021) siang.

Beruntung truk nahas itu tidak sampai terguling, padahal saat kejadian sedang melaju di jalanan menurun setelah belokan di Jembatan Semanggi.

Sopir truk pergi meninggalkan kendaraannya untuk mencari bantuan. Sedangkan rekannya seorang Helper bernama Sofyan menunggu truk dan membantu mengurai arus lalu lintas.

Karena akibat kecelakaan tunggal itu, arus lalu lintas di lokasi kejadian macet. Tiga anggota Satlantas Polres Jember datang ke lokasi dan ikut membantu mengevakuasi truk tersebut.

Selain itu, juga membantu untuk mengurai kemacetan, dengan buka tutup arus jalur dua arah.

“Saya dari gudang di sekitaran Jurang Lemes, Kecamatan Sukorambi hendak ke daerah kampus antar barang 200 lebih dos air minum kemasan. Pas sampai di tikungan setelah jalanan menurun di Jembatan Semanggi as roda patah dan hampir terguling,” kata Sofyan, pengemudi truk, di lokasi kejadian.

Evakuasi memerlukan waktu karena dos air minum air dikeluarkan dulu. “Setelah itu baru bisa diangkat dan menunggu truk derek untuk membawa ke bengkel dan diperbaiki,” katanya.

Anggota Satlantas Polres Jember Aipda Maris Habib menyampaikan, kecelakaan tunggal itu terpantau dari CCTV Command Center Polres Jember, menyebabkan kepadatan arus di Jalan Bengawan Solo, di bawah Jembatan Semanggi.

“Dari pihak Command Center langsung menghubungi kami, sehingga kami langsung mendatangi ke lokasi,” ucap Maris saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. Maris menyatakan tidak ada korban, hanya kerugian materi.

Maris juga menambahkan, polisi segera bergerak untuk mengurai kemacetan. Diduga kecelakaan itu terjadi karena muatan melebihi kapasitas.

“Kami juga sudah menghubungi pemilik perusahaan, secepat mungkin untuk memindahkan barang di dalam mobil boks itu. Dan kendaraan ini nanti langsung kami tepikan,” jelas Maris.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags