FaktualNews.co

BOR di RS dr. Soebandi Jember Melandai, Tenda Darurat Tak Terpakai

Kesehatan     Dibaca : 91 kali Penulis:
BOR di RS dr. Soebandi Jember Melandai, Tenda Darurat Tak Terpakai
FaktualNews.co/Istimewa
Suasana halaman depan RSD dr. Soebandi Jember dengan satu tenda darurat yang masih terpasang, Kamis (19/8/2021).

JEMBER, FaktualNews.co – Dalam dua pekan terakhir angka Bed Occupancy Rate (BOR) di RSD dr. Soebandi, Kabupaten Jember mengalamai penurunan drastis. Dari kisaran angka 90 persen pada dua pekan sebelumnya, pada hari Kamis (19/8/2021) angka BOR turun hingga tinggal 38 persen.

Direktur RSD dr. Soebandi, dokter Hendro Soelistijono mengatakan, saat ini BOR ruang ICU Covid-19 tingal 38 persen, sementara di ruang isolasi malah tinggal 35 persen.

“Ini luar biasa, padahal dua minggu yang lalu, BOR itu sampai 90 hingga 96 persen,” kata Hendro, melalui ponselnya, Kamis (19/8/2021).

Hendro memaparkan, dari total 115 tempat tidur (TT) bagi pasien Covid-19, hanya 40 TT yang digunakan oleh pasien Covid-19 dan tersisa 75 TT yang kosong.

Menurut Hendro, penurunan drastis angka BOR di RSD dr. Soebandi tersebut merupakan buah dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah termasuk Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Faktor lain adalah adanya vaksinasi yang masif,” jelas Hendro.

Menyusul penurunan angka BOR yang tinggal 38 hingga 35 persen tersebut, tenda darurat yang sebelumnya dipasang di areal RSD dr. Soebandi sebagai tempat transit pasien, saat ini mulai dibongkar kembali.

“Karena tingkat hunian untuk perawatan ataupun penanganan pasien probable Covid-19 sudah rendah, jadi sudah tidak perlu dilakukan transit. Pasien yang datang bisa langsung masuk. Transit dapat dilakukan dalam ruang ICU,” ungkapnya.

Namun untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan, lanjut Hendro, pihaknya hanya membongkar satu dari dua tenda darurat yang dipasang sebelumnya.

Data resmi yang dirilis Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, melalui Diskominfo pada Rabu (18/8/2021) kemarin, angka kasus baru Covid-19 ada 63 orang. Sedangkan untuk angka pasien sembuh baru 184 orang.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh