FaktualNews.co

Jalan Semeru Kota Probolinggo Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya

Peristiwa     Dibaca : 96 kali Penulis:
Jalan Semeru Kota Probolinggo Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya
FaktualNews.co/agus
Pengerjaan gorong-gorong di Jalan Semeru Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Pengendara tidak bisa melintas atau lewat di Jalan Semeru. Sebab, jalur yang menghubungkan jalan Brantas dengan jalan Bromo tersebut, ditutup. Penyebabnya, ada perbaikan gorong-gorong.

Penutupan jalan, dibenarkan Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Gigih Ardytiawan, saat dikonfirmasi, Kamis (19/08/21) siang.

Penutupan dilakukan sejak Rabu (18/08/21), setelah pihak rekanan mendapat izin dari institusi atau instansi terkait.

Gigih menjelaskan, sebelumnya, rekanan telah bersurat ke Polres
Probolinggo Kota dan Kodim 0820 untuk meminta izin penutupan. Dikatakan, penutupan jalan hanya dua hari dan setelah perbaikan
gorong-gorong selesai, akan dibuka kembali.

“Permohonan izinnya dua hari. Ya, karena ada pekerjaan perbaikan gorong-gorong,” ujarnya

Gigih menyebut, meski gorong-gorong lama dibongkar bergantian antara sisi utara marka jalan dan selatan, namun penutupan jalan harus dilakukan. Tujuannya, agar pekerja tidak terganggu dengan hilir-mudik pekerjaan, sehingga cepat selesai.

Dikatakan, gorong-gorong lama yang sudah dibongkar, langsung diganti gutter block atau tempolong cor produksi pabrik. “Kalau gorong-gorong baru sudah dipasang, pekerjaan pembongkaran dilanjutkan ke sisi yang lain,” tandasnya.

Setelah gutter block terpasang semua, kemudian kanan-kiri tempolong dicor dan di atasnya diratakan dengan uruk. Setelah itu, gorong-gorong bisa dilalui kendaraan.

“Kontraktornya minta izin penutupan jalan 2 hari. Enggak tahu nanti di lapangan. Apa benar dua hari atau lebih. Karena menunggu gorong-gorong kering,” pungkasnya.

Sementara itu petugas di lapangan menyebut, penutupan dilakukan Rabu kemarin. Dan pekerjaan saluran air tersebut selesai Sabtu, mengingat menunggu kering. Dimungkinkan jalan baru dibuka Minggu.

Hasil pantauan, meski pekerjaan tengah berlangsung, namun air tetap bisa mengalir, sehingga tidak mengganggu pengairan sawah petani. Sedang di sisi utara, tampak pipa paralon yang diduga milik PDAM.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono