FaktualNews.co

Diduga Depresi, Pria Asal Besuki Tulungagung Ditemukan Meninggal di Sungai

Peristiwa     Dibaca : 120 kali Penulis:
Diduga Depresi, Pria Asal Besuki Tulungagung Ditemukan Meninggal di Sungai
FaktualNews.co/Latif//
Jenazah korban saat dievakuasi.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Joko Prasongko (26) warga Dusun Tumpuk, Desa/Kecamatan Besuki memilih mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Parit Raya Niyama Kecamatan Besuki, Jumat (21/8/2021).

Diduga, korban nekat menceburkan diri ke sungai karena depresi atas penyakit yang dideritanya.

“Korban menceburkan diri lantaran depresi dari penyakitnya,”jelas Kapolsek Besuki AKP Sumaji, Jumat, (20/8/2021).

Sumaji menjelaskan, kejadian berawal ketika korban pamit kepada kedua orang tuanya untuk kencing diluar rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB, orang tuanya pun mengiyakan.

Selang beberapa menit, korban tak kunjung kembali, karena takut terjadi apa-apa dengan anaknya kedua orang tua pun berupaya untuk mencarinya.

“Pihak keluarga mencari di seputaran rumahnya, dan ke arah timur. Namun yang ditemukan hanya baju warna kuning milik korban. Keluarga korban menduga korban masuk ke arah Sungai Niyama,” jelasnya.

Gelisah bercampur takut, pihak keluarga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Besuki.

Usai menerima laporan tersebut, baik dari Basarta,  Basarnas, TNI AL serta Perangkat Desa, dan pihak Polsek Besuki melakukan pencarian, diduga korban tercebur ke Sungai Niyama tepatnya di sebelah selatan jembatan Niyama. Demikian ini lantaran terdapat kaos yang dipakai korban, serta terdapat bekas seperti terpeleset.

Masih menurut Sumaji, usai dilakukan proses pencarian selama dua jam. Akhirnya sekitar pukul 18.35 WIB, korban berhasil ditemukan.

Korban ditemukan lantaran tersangkut jangkar perahu, yang digunakan untuk proses pencarian korban.

“Korban ditemukan di bawah permukaan air berjarak sekitar 5 meter dari titik korban terjatuh,”jelasnya.

Usai ditemukan, korban dibawa ke Puskesmas Besuki untuk dilakukan pemeriksaan, dan hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dan meminta untuk langsung membawa korban kerumah duka. Selanjutnya dimakamkan di pemakaman desa setempat,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin