Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Pertama di Jember, Prokes Ketat Tetap Diterapkan

JEMBER, FaktualNews.co – Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka terbatas di Kabupaten Jember dilakasanakan mulai hari ini, Senin (23/8/2021). Untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) itu berlangsung selama kurang lebih 4 jam dalam sehari, dan hanya 50 persen siswa yang berada di dalam kelas.

Adanya pembelajaran tatap muka terbatas itu, berdasarkan Nota Dinas dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Nomor 420/1185/101.6.5/2021.

Untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto bersama dengan Wabup Muhammad Balya Firjauan Barlaman (Gus Firjaun) melakukan peninjauan langsung ke sekolah.

Ada 3 sekolah yang ditinjau, diantaranya SMKN 2 Jember, SMAN 2 Jember, dan SMAN Ambulu.

“Untuk di sekolah kami, terkait pembelajaran tatap muka terbatas. Kami tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Siswa kelas 10 – 12, masuk sekolah harus pakai masker, cuci tangan di tempat yang sudah disediakan, dan juga mengukur suhu badan secara otomatis yang alatnya ada di depan pintu gerbang masuk utama,” kata Waka Humas SMAN 2 Jember Mariyan, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Adanya prokes ketat yang dilakukan, kata Mariyana, sebagai langkah antisipasi dari penyebaran virus Covid-19 itu.

“Untuk prokes ini, agar jangan sampai setelah diterapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, sekolah kami menjadi kluster baru penyebaran virus Covid itu,” katanya.

Kemudian untuk prokes ketat yang dilakukan, katanya, tidak kemudian didukung dengan adanya fasilitas kesehatan khusus bagi siswa yang mengalami keluhan sakit.

“Sesuai dengan informasi dan anjuran, jika ada siswa yang demam atau mengalami sakit batuk atau pilek. Diharapkan tidak sekolah dulu. Itu sebagai bentuk toleransi kami di kondisi saat ini,” ujar perempuan yang juga guru Bahasa Inggris itu.

“Sehingga jika dari rumah merasa tidak enak badan, diizinkan tidak masuk sekolah. Aturan itu juga berlaku bagi guru, dan pembelajaran dilakukan dari rumah saja (daring). Kami tidak menyediakan fasilitas khusus, hanya klinik tapi juga ada tabung oksigen yang sudah kami siapkan,” sambungnya.

Namun untuk mata pelajaran olahraga, tidak kemudian dilakukan kegiatan mengajar praktek di lapangan.

“Untuk di SMAN 2 semua mata pelajaran diberikan, tapi untuk yang saya tahu, pelajaran olahraga tidak terjun di lapangan seperti biasanya. Yang saya tahu memberikan tugas secara online (daring) berupa teori, di kelas juga sama. Kemudian untuk praktek divideo dan tugasnya dikirim kembali lewat email,” ulasnya.