FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dalam Sepekan, 252 Pasien Isoman di Banyuwangi Dipindah ke Isoter

Kesehatan     Dibaca : 258 kali Penulis:
Dalam Sepekan, 252 Pasien Isoman di Banyuwangi Dipindah ke Isoter
FaktualNews.co/abdul konik
Bupati Banyuwangi Ipuk dikonfirmasdi wartawan.

BANYUWANGI, FaktualNews.co – Dalam kurun waktu sepekan, sebanyak 252 warga terpapar Covid-19 di Banyuwangi yang isolasi mandiri (isoman), telah dipindahkan ke tempat isolasi terpusat (isoter).

Warga yang semula isoman itu tersebar di seluruh kecamatan, dan kini sudah dipindahkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi ke 23 isoter yang yang tersebar di berbagai kecamatan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pihaknya akan terus bergerak untuk memindahkan warga terpapar Covid-19 yang isoman ke isoter.

“Dengan cara inilah kita bisa memudahkan pemantauan warga yang terpapar. Karena pasti akan selalu dipantau petugas setiap perkembanganya. Terima kasih semua warga yang berkenan pindah ke isolasi terpusat. Ini mengurangi risiko keparahan dan kematian, otomatis mempercepat pemulihan,” ujar Ipuk Fiestiandani, Kamis (26/8/2021).

Ia menambahkan, per 25 Agustus saja, terdapat 501 kasus aktif Covid-19 di Banyuwangi. Jika tidak ada kesadaran dari masyarakat dan pengawasan dari pihak terkait, Covid-19 di Banyuwangi tidak akan bisa teratasi.

“Dengan adanya Isoter ini kami berharap bisa mengurangi potensi penularan. Bagi mereka yang komorbid atau kondisi tempat isomannya tidak memungkinkan dilakukan prokes yang ketat di antara penghuninya, kami akan terus ajak ke isoter, sehingga otomatis menekan jumlah kasus aktif,” sambungnya.

Ipuk sendiri menyempatkan menjenguk pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di fasilitas isoter Desa Kalibaru Kulon. Dengan protokol kesehatan, Ipuk menyapa Ibu Farida dan putrinya yang sudah lima hari berada di isoter.

“Memang si Bu enak di rumah sendiri, tapi demi menjaga kesehatan keluarga dan orang sekitar, kami mending tinggal di sini saja. Insya Allah, kami sebentar lagi pulih dan pulang, selain itu di sini juga mudah dipantau perkembanganya daripada di rumah,” kata Farida kepada Bupati Ipuk.

Farida mengaku selama tinggal di isoter mendapatkan perawatan yang baik. Ada petugas kesehatan yang rutin memeriksa. “Tiap hari kami senam bareng petugas. Alhamdulillah petugasnya ramah, kita senang dan terhibur, sampai lupa kalau sedang sakit hehehe,” cerita Farida terkekeh.

“Semoga segera pulih ya Bu,” balas Ipuk mendoakan Farida dan anaknya.

Banyuwangi mempunyai 23 fasilitas isolasi terpusat yang tersebar di berbagai kecamatan. Selain yang ada di kecamatan-kecamatan, Banyuwangi juga memiliki tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten, yaitu di Balai Diklat ASN yang berkapasitas 130 pasien.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengaku terus memantau perkembangan pelaksanaan isoter, setelah sepekan penerapan isoter yang dilakukan oleh pemerintah.

“Secara bertahap kami pindahkan warga yang isoman menuju lokasi isoter. Kami pindahkan dengan pendekatan persuasif, supaya warga tidak takut isolasi di tempat terpusat, dan dengan senang hati mau di pindahkan,” kata Letkol Yuli Eko yang merupakan Dandim 0825 Banyuwangi.

Dandim menambahkan Satgas Covid-19 di tingkat desa maupun kecamatan juga terus meningkatkan fasilitas isoter di lingkupnya.

“Kesiapannya terus kami tingkatkan, termasuk soal vitamin, obat, bed, oxymeter, makanan sehari-hari, kami cek terus, jangan sampai pasien ada yang kekurangan dengan fasilitas yang ada” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono