FaktualNews.co

Begini Cara 5 Mahasiswa Malang Atasi Krisis Air Bersih di Dusun Terpencil Sidoarjo

Lingkungan Hidup     Dibaca : 126 kali Penulis:
Begini Cara 5 Mahasiswa Malang Atasi Krisis Air Bersih di Dusun Terpencil Sidoarjo
FaktualNews.co/alfan imroni
Proses pembuatan alat simple water treatment di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo

SIDOARJO, FaktualNews.co – Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo merupakan Dusun yang terletak di sisi timur Kabupaten Sidoarjo.

Lantaran Dusun tersebut berada di area pertambakan, masyarakat yang penduduknya terdapat 338 itu hanya mengandalkan air hujan yang ditampung. Jika musim kemarau, mereka harus membeli air di desa terdekat dengan jarak sekitar 18 kilometer.

Namun kondisi tersebut, kini sudah tidak lagi terjadi setelah Dusun tersebut ada program Go Rater (Gerakan Optimis Renewable Water) yang di lakukan oleh lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang.

Lima mahasiswa itu yakni Rachmad Pratama Fauzi, Arrival Gusthi Adhikara, Husna Atikah, Dina dan Faris Taqqiyuddin.

Mereka datang di Dusun terpencil tersebut untuk mengatasi masalah air bersih. Dalam programnya, mereka memanfaatkan air sungai kedung peluk yang kondisinya cenderung keruh, payau dan jauh di bawah batas baku mutu air bersih.

Dalam mendapatkan air bersih, ke lima mahasiswa yang di bawah bimbingan dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang, Joko Prasetyo, menggunakan metode simple water treatment.

Metode simple water treatment tersebut, digunakan karena mampu menjernihkan air, menurunkan kadar logam berat, membunuh bakteri sehingga menghasilkan air dengan kualitas layak konsumsi.

Program tersebut menghabiskan waktu satu bulan untuk membangun instalasi. “Sebenarnya tidak sampai satu bulan kita sudah selesai. Namun karena kendala material yang sulit, jadi molor satu bulan,” ujar Arrival Gusthi Adhikara, mahasiswa UB, Kamis (2/9/2021).

Dengan metode simple water treatment itu sendiri, mampu menghasilkan air sebanyak 120 liter per 15 menit. “Sehari kita produksi atau kita operasikan 6 kali dan menghasilkan 720 liter air untuk kebutuhan air minum warga,” terang Arrival.

Sementara itu, Koordinator Tim Go Reter, Rachmad Pratama Fauzi, mengatakan bahwa Go Reter ini merupakan program pelatihan terpadu dalam mengatasi krisis air bersih di Dusun Kepetingan, Kabupaten Sidoarjo.

“Program ini lebih solutif dengan memberdayakan unsur masyarakat dalam menangani permasalahan krisis air bersih di daerah setempat,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Desa Sawohan Nurul Munfatik mengatakan bahwa sangat berterima kasih. Selama proses pembuatan, dia sangat mendukung sepenuhnya agar program itu berjalan lancar.

“Saya merasa senang ada mahasiswa yang melirik permasalah air di dusun Kepetingan dengan menjalankan program pengadaan air bersih,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono