Advertorial

Program Layanan Integrasi Destinasi Wisata dan Pelayanan Publik, Dilounching Wali Kota Probolinggo

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Pemerintah Kota (Pemkot)  Probolinggo, punya terobosan baru dalam layanan masyarakat yang dilounching, Minggu (05/09/21) siang di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).

Nama programnya adalah Layanan Integrasi Destinasi Wisata dan Pelayanan Publik, disingkat Desita dan Nanik.

Dalam program tersebut, layanan masyarakat digelar di tempat wisata. Ada tiga Destinasi Wisata yang ditunjuk pemkot sebagai tempat pelayanan. Di antaranya, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) atau Kebun Binatang Mini, Pantai Permata Pilang dan Museum Rasulullah.

Model pelayanan yang baru ini, masyarakat tidak perlu lagi ke kantor OPD terkait, jika ingin  mengurus sesuatu. Cukup mendatangani ketiga destinasi yang dimaksud dan petugas siap melayani masyarakat. Hal tersebut diungkap Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, usai meninjau kesiapan OPD pelayanan.

Tak hanya satu layanan, tetapi kantor pelayanan akan berkumpul di destinasi wisata guna melayani masyarakat. Selain dihadiri wali kota, acara louncing juga para asisten. Di antaranya, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sayekti dan Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan.

Hadir pula dalam acara tersebut kepala OPD terkait. Wali Kota Hadi mengapresiasi inovasi dan terobosan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) tersebut.

Menurutnya, pelayanan yang berlangsung di destinasi wisata, selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, juga menjadi ajang hiburan.

“Sebelum dan sesudah dilayani, masyarakat bisa menikmati destinasi wisata. Program ini mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami apresiasi terobosan ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Hadi, masyarakat tidak perlu ke kantor pelayanan OPD lain, jika masih ada yang ingin diurus. Cukup di tempat wisata tersebut. Karena pemkot telah menyediakan beberapa stand layanan dari berbagai kantor OPD.

“Jadi kalau keperluannya banyak, masyarakat tidak perlu kesana-kemari. Cukup di satu tempat, terlayani,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Mangga ini berharap, OPD yang lain terus berupaya mencari terobosan baru seperti yang dilakukan Dispopar. Tentunya, terobosan baru tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

“Komitmen kami mempermudah masyarakat mendapatkan akses pelayanan sesuai kebutuhannya,” terang bapak empat orang ini.

Dikatakan, program layanan di destinasi wisata tersebut tempatnya berpindah-pindah. Dari tempat wisata yang satu ke tempat wisata lainnya. Karena itu, OPD yang akan menggelar layanan seperti itu diminta menyusun jadwal sebelum acara digelar.

“Nantinya  jadwal pelaksanaan akan dipublikasikan. Agar masyarakat tahu,” tambahnya.

Tujuan dari layanan seperti itu lanjut Habib, sebagai ajang pomosi destinasi wisata. Selain itu dapat menaikkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di sektor pelayanan publik.

Dalam acara itu  OPD yang terlibat di antaranya, Dipenduk Capil, Dinkes P2Kb, DPMPTSP dan Naker, DLH, Diskominfo, BPPKAD, Dinsos dan P2A, dan DKUPP.