FaktualNews.co

SMPN 15 Surabaya Akhirnya Kembalikan Uang Seragam Siswa MBR

Pendidikan     Dibaca : 197 kali Penulis:
SMPN 15 Surabaya Akhirnya Kembalikan Uang Seragam Siswa MBR
FaktualNews.co/risky prama
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Supomo melihat langsung pengembalian uang seragam yang dipungut pihak sekolah.

SURABAYA, FaktualNews.co – Terlanjur memungut uang seragam sekolah, pihak sekolah akhirnya mengembalikan uang yang sudah diberikan oleh para wali murid.

Pengembalian uang seragam ini dilakukan setelah ramai pemberitaan di media massa beberapa waktu lalu.

Hal ini juga tak lepas dari ada 5 (lima) wali murid yang mengadu ke DPRD Kota Surabaya. Karena ada pungutan uang seragam yang membebani mereka.

Seperti di SMPN 15 Surabaya, saat Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Supomo, memantau jalannya PTM dan melihat langsung pihak sekolah kembalikan uang seragam ke wali murid.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya Supomo mengatakan, jumlah uang yang dikembalikan sesuai kuitansi pembelian. Begitu pula barang yang sudah dibeli akan dikembalikan ke koperasi.

“Kami telah melakukan pencocokan data dengan dinas sosial (dinsos). Berapa siswa MBR di sekolah dan berapa yang sudah terlanjur beli di koperasi. Bagi yang sudah beli, uangnya dikembalikan semua,” kata Supomo saat ditemui di sela meninjau PTM,” Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, pengembalian biaya pembelian seragam sekolah ini sesuai dengan perintah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau hari pertama PTM.

“Saat itu, ia sudah memerintahkan agar MBR yang terlanjur beli seragam uangnya dikembalikan, karena Pemkot Surabaya akan membelikan seragam itu secara gratis,” jelasnya.

Pemberian seragam gratis bagi siswa dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini akan dilaksanakan tahun ini. Syaratnya, MBR tersebut sudah masuk dalam data base Dinsos Surabaya dan ada tenggat waktunya.

Sebab, data MBR ini dinamis setiap waktu bisa berubah dengan jumlah yang bertambah.

“Hingga saat ini, total siswa dari kalangan MBR jumlahnya mencapai 112 ribu siswa. Terdiri dari 74 ribu siswa jenjang SD dan 38 ribu siswa jenjang SMP. Mereka tersebar di sekolah negeri dan swasta di Kota Pahlawan,” lanjut dia.

Saat ini, kata Supomo, siswa dibebaskan untuk menggunakan seragam apa saja saat PTM. Bisa menggunakan seragam sekolah lama, pakai batik atau baju lainnya. Yang penting bajunya rapi, sopan dan bersepatu.

“Saat saya meninjau PTM di SMPN 15, ada siswa yang masih mengenakan seragam SD. Ada pula yang baju batik. Tidak masalah. Yang penting rapi dan sopan. Dengan begitu bisa membangun semangat anak-anak untuk belajar,” tutup dia.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono