FaktualNews.co

25 Siswa SD Sebuah Desa di Jember Tidak Lancar Membaca

Pendidikan     Dibaca : 47 kali Penulis:
25 Siswa SD Sebuah Desa di Jember Tidak Lancar Membaca
FaktualNews.co/hatta
Siswa SDN 05 Suci saat belajar membaca bersama Genbi Jember

JEMBER, FaktualNews.co – Memprihatinkan, sebanyak 25 siswa kelas 1 – 5 di SDN 05 Suci, Kecamatan Panti tidak lancar membaca. Bahkan 7 di antaranya, sama sekali tidak bisa membaca.

Hal itu diketahui oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (Genbi) Jember, saat sedang melakukan kegiatan sosial mengajar untuk literasi bersama dengan Perpustakaan Daerah (Pusda) Pemkab Jember, Selasa (14/9/2021).

Kegiatan mengajar untuk literasi, menurut Ketua Panitia dari Genbi Jember Amalia Masruroh, sebagai bentuk kepedulian menyasar daerah-daerah yang tingkat literasinya rendah.

“Seperti yang kita lakukan di SDN 05 Suci ini, dengan lokasi daerah yang hanya berjarak kurang lebih 20 Km dari pusat kota, banyak siswa SD yang belum bisa membaca dengan lancar. Masih terbata-bata,” kata Amalia.

Untuk akses ke permukiman warga di Desa Suci, kata Amalia, jalannya bagus.

“Sudah beraspal meskipun berada di wilayah perkebunan. Ada lokasi wisata, ya tapi anak-anak SD-nya belum lancar membaca. Jadi kita hadir, untuk membantu agar literasi pendidikan di sini lebih baik. Juga didukung dari Pusda untuk meminjamkan buku agar anak-anak SD ini paham dan belajar membaca,” katanya.

Menurut mahasiswa UIN KHAS Jember Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu, kurangnya anak-anak dalam membaca itu. Diduga karena akses internet dan listrik yang belum menjangkau wilayah setempat.

“Karena sampai di sini (Desa Suci), signal ponsel hilang dan susah. Ditambah saat siang hari listrik tidak ada. Listrik hanya dari kincir air pabrik, saat malam hari. Itupun dibatasi. Mungkin karena kendala akses-akses itu yang membuat anak-anak kesulitan belajar dan membaca,” ungkapnya.

Lanjut Amalia, untuk anak-anak SD yang belum bisa membaca rata-rata dari kelas 3 sampai 5.

“Mereka hanya tahu hurufnya saja, namun saat merangkai (kalimat), dengan cara membaca masih kelihatan bingung,” sambungnya.

“Bahkan ada juga yang benar-benar belum bisa membaca sama sekali. Sekitar 7 anak,” imbuhnya.

Sebagai bentuk kepedulian, kata Amalia, pihaknya akan melanjutkan kegiatan mengajar di SDN 05 Suci secara rutin dan berkelanjutan.

“Ke depannya, untuk kegiatan GenBI mengajar ini akan terus dilakukan. Sehingga ada output yang ingin kami capai dan tidak sia-sia. Kemungkinan 6 sampai 7 kali pertemuan yang akan kami lakukan, hingga sampai bulan Desember,” katanya.

“Karena memang tujuan kita meningkatkan tingkat literasinya (agar) dirasa cukup baik, berarti tujuan dari kita sudah tercapai,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN 05 Suci Sumarmi mengatakan pihaknya memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan tersebut.

“Kegiatan yang dilaksanakan sangat menarik, kami memberikan apresiasi penuh atas kegiatan literasi yang diinisiasi oleh GenBI Jember,” ungkapnya.

Kata Sumarmi, literasi itu sangat penting untuk perkembangan anak-anak apalagi di zaman sekarang.

“Seperti pengenalan terhadap buku-buku bacaan sangat penting. Sehingga kegiatan seperti ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono