FaktualNews.co

TMMD ke 112 di Mojokerto, Bupati Minta Pembangunan Non Fisik Lebih Diperhatikan

Event     Dibaca : 39 kali Penulis:
TMMD ke 112 di Mojokerto, Bupati Minta Pembangunan Non Fisik Lebih Diperhatikan
FaktualNews.co/Muhammad Lutfi Hermansyah/
Pandam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto memukul gong sebagai tanda pembukaan Program TMMD 112 di Pendopo Duyung Hill, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (15/9/2021).

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta pembangunan non fisik dalam program Tentara Manungggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2021 lebih diperhatikan.

Hal tersebut diungkapkan saat membuka TMMD Ke – 122 di Pendopo Duyung Trawas Hill, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (15/9/2021).

“Disamping pembangunan fisik, saya ingin program pembangunan non fisik betul-betul lebih diperhatikan dan dimasukkan berbagai hal poin-poin terkait ketahanan masyarakat dalam hal penanganan Covid-19,” katanya.

Kali ini, program yang dilaksanakan di Desa Duyung itu akan melakukan pembangunan fisik berupa jaringan irigasi, bendungan, musholla, peningkatan jalan lingkungan dan jalan usaha tani serta rehabilitasi kelas SDN Duyung.

Ikfina menjelaskan, program pembangunan TMMD ke 122 di Desa Duyung itu direncanakan berdasarkan aspirasi dari masyarakat dengan menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1,9 milyar.

“Jadi sasaran dan rencana kerja kita akomodir dan kita tetapkan kedalam rencana kerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto tahun 2021 dengan jumlah anggaran Rp 1,9 milyar,” ungkap Bupati pertama Mojokerto itu.

Ia berharap, pembangunan fisik maupun non fisik dalam program tersebut bisa berjalan dan mendapatakan hasil yang baik.

“Dengan hasil kalau dinilai dengan rupiah bisa lebih besar dari anggaran yang telah ditetapkan. Semua itu bisa terjadi karena dilaksanakan dalam rangka TMMD Ke 112,” ujarnya.

TMMD ke 122 itu akan menerjunkan 150 personel TNI dengan dibantu 100 orang dari warga setempat.

Pandam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang juga turut hadir dalam acara pembukaan tersebut menyampaikan, tidak semua daerah di Jawa Timur yang melaksanakan TMMD ke 122 serentak itu karena masih kondisi pandemi Covid-19. Hanya 5 daerah yang salah satunya kabupaten Mojokerto.

“Ini masih Covid-19, sehingga dibatasi, ini dilaksanakan di 5 Kabupaten di Jawa Timur karena masih,” tandasnya usai melakukan pembukaan TMMD tersebut dengan didampingi Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Lanjut Suharyanto, sebelumnya telah dilaksanakan pra TMMD dengan program pembanguaan fisik. Antara lain, membangun jalan, musholla, dan rumah.

“Nantinya juga dilaksanakan non fisik yang bertujuan meningkatkan persaudaraan, kesetian kawanan, dan persahabatan bagi semua kalangan dari Polri, TNI, masyarakat, dan ormas. Itu untuk meningkatkan hajat hidup orang banyak,” jelasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid