FaktualNews.co

Masih Pandemi, Serapan Tembakau di Bondowoso Stagnan

Pertanian     Dibaca : 67 kali Penulis:
Masih Pandemi, Serapan Tembakau di Bondowoso Stagnan
FaktualNews.co/Magang empat/
Tembakau rajangan dijemur di tepi jalan Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Senin (20/9/2021)

BONDOWOSO, FaktualNews.co – Kualitas tembakau di Kabupaten Bondowoso di saat kemarau basah diprediksi akan turun. Petani berharap agar pabrikan tetap menyerap tembakau petani lokal. Di sisi lain, permintaan tembakau dari pabrikan stagnan.

Muhammad Shoheb, owner PR Gagak Hitam menyatakan, permintaan tembakau tahun ini masih sama dengan tahun lalu.

“Kisaran 200-400 ton per tahun. Sebab, pabrik masih terdampak Pandemi dan kenaikan cukai rokok. Jadi belum ada kenaikan permintaan,” ungkap Shoheb, Senin ( 20/9/2021).

Menurut Shoheb, pandemi saat ini membuat permintaan rokok turun seiring rendahnya daya beli masyarakat. Sehingga orientasi belanja masyarakat terfokus pada kebutuhan primer, seperti sembako.

“Kami menyesuaikan dengan pangsa pasar yang ada. Apalagi, harga produk kami di bawah Rp 10 ribu per pack. Tentu kenaikan cukai rokok sangat berpengaruh dari sisi produksi,” tutur warga Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso ini.

Berbeda dengan sebelum pandemi, PR Gagak Hitam bisa menyerap nyaris 1.000 ton per tahun. Kabar gembiranya, pihaknya masih menyerap tembakau petani asalkan jenis rajangan.

“Top grade (kualitas teratas) Rp 36 ribu per kilogram. Sedangkan down grade (kualitas terbawah) Rp 26 ribu per kilogram,” sebut Shoheb.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Sofia Adie Kurniawati menyebut, jumlah pembelian tembakau di Kabupaten Bondowoso tahun 2020 sebanyak 4.110 ton.

“Rinciannya yakni tembakau kasturi 2.402 ton dan tembakau rajangan 1.708 ton,” ungkap Sofia beberapa waktu lalu.

Sedangkan tahun 2021 rencana jumlah pembelian untuk kasturi sebanyak 1.636 ton dan rajangan 2.185 ton atau total 3.821 ton.

“Jika dibandingkan tahun lalu, memang ada penurunan permintaan sebanyak 289 ton,” tuturnya.

(Deni)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid