FaktualNews.co

Gagal Nyalip, Pemotor Asal Lamongan Meninggal di Surabaya Terlindas Truk

Peristiwa     Dibaca : 206 kali Penulis:
Gagal Nyalip, Pemotor Asal Lamongan Meninggal di Surabaya Terlindas Truk
FaktualNews.co/Istimewa//
Korban kecelakaan di Surabaya sedang dievakuasi oleh petugas terkait, Rabu (22/9/2021).

SURABAYA, FaktualNews.co – Seorang pengendara motor (pemotor), Choirul Budi Santoso (21), asal Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan meninggal dunia setelah tubuhnya terlindas truk di Jalan Tambak Osowilangon, Kota Surabaya, Rabu (22/9/2021) pukul 07.25 WIB.

Dari data yang dihimpun, korban ketika itu sedang mengendarai motor Honda Supra berplat nomor S 6135 JN, melaju dari arah barat menuju ke timur. Ketika hendak menyalip truk yang ada di depannya, korban justru bersenggelon dengan pemotor lain lalu terjatuh ke kolong truk. Seketika itu pula tubuhnya terlindas roda belakang kendaraan besar tersebut hingga meninggal dunia.

Akibat peristiwa nahas ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian macet total. Petugas kepolisian bersama BPB Linmas Pemkot Surabaya selanjutnya melokalisir untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju kamar mayat RSUD dr Soetomo.

Sementara motor maupun truk berplat nomor B 9090 GT yang melindas korban, diamankan pihak kepolisian. Berikut pengemudinya, Sutrisno (53), asal Curah Malang,  Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Kanitlaka Lantas Polrestabes Surabaya, Iptu Anwar ketika dihubungi mengatakan, lokasi kejadian memang dikenal rawan kecelakaan dengan angka fatalitas yang cukup tinggi.

“Di jalan Tambak Osowilangon itu memang korban kecelakaan sering MD (meninggal dunia), karena faktor kecepatan,” ujar Iptu Anwar kepada media ini.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar berhati-hati apabila melewati jalur tersebut. Terlebih bagi kendaraan roda dua.

“Kurangi kecepatan dan perhatikan rambu-rambu jalan,” pintanya mengakhiri pembicaraannya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin