FaktualNews.co

Sidak Proyek Pasar Baru, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Temukan Penyimpangan

Peristiwa     Dibaca : 78 kali Penulis:
Sidak Proyek Pasar Baru, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Temukan Penyimpangan
FaktualNews.co/agus
Material tanah uruk yang tidak sesuai spek pada proyek Pasara Baru Kota Probolinggo

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Komisi III DPRD Kota Probolinggo, melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) Proyek Revitalisasi Pasar Baru, Jumat (24/09/21) siang.

Hasilnya, komisi yang diketuai Agus Riyanto tersebut menemukan penyimpangan, berupa material yang tidak sesuai spek (spesifikasi teknis).

Yakni tanah uruk yang semestinya pasir, diganti tanah atau batu padas (paras). Nantinya, tanah uruk yang dimaksud akan diangkat atau dipindah ke lokasi lain dan diganti pasir.

Hal itu dilakukan untuk mempermudah tukang bekerja. Sebab, jika di dalam areal bangunan tidak diuruk, akan mengganggu lalu-lalang pekerja.

Atas alasan yang dilontarkan PPKom (Pejabat Pembuat Komitmen) dan konsultan proyek, komisi III menyatakan tidak masalah. Asal nantinya material uruk yang terlanjur ditebar diganti sesuai spek.

Ketua Komisi III Agus Riyanto, beserta anggota komisi Heri Poniman dan Robit Riyanto serta Sri Wahyuningsih yang ikut sidak
meminta diundang atau diberi tahu saat penggantian material uruk.

Jika tidak bisa menghadiri undangan dengan alasan ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan, Agus meminta foto atau video saat penggantian tanah uruk.

“Ya, ini temuan sementara. Tanah uruk tidak sesuai spek. Tidak
masalah, karena mau diganti pasir sesuai spek. Saat penggantian, kami minta diberitahu. Kami minta wartawan juga diundang.,” tandasnya.

Meski demikian, politikus PDIP tersebut mengapresiasi kinerja kontraktor, terutama soal progres yang dicapai. Menurutnya, progres pekerjaan mencapai 17 persen, padahal targetnya 12 persen.

“Progresnya cukup bagus, melebihi target 5 persen. Targetnya kan 12 persen, sedang saat ini pekerjaan yang sudah diselesaikan 17 persen,” pungkas Agus.

PPKom Rohman dan konsultan pengawas Joko menyatakan, material uruk yang sudah dipasang atau ditebar akan digali. Kemudian material uruh berupa tanah paras tersebut akan dipindah ke lokasi lain, menjadi urukan.

“Kami pindah ke tempat lain. Kan masih ada lokasi yang belum diuruk,” ujar keduanya.

Material uruk yang akan digali dan dipindah ke lokasi lain setebal 20 sentimeter. Bekas galiannya akan diisi tanah uruk pasir, sesuai spek. Rohman mengatakan, material uruk tak sesuai spek ditebar di areal bangunan, untuk mempermudah akses pekerja.

“Ya, material uruk kami pasang, untuk mempermudah akses pekerja. Nanti kita gali dan diganti pasir,” katanya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono