Advertorial

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2021, 6 Hal Ini Jadi Penekanan di Kota Pasuruan

PASURUAN, FaktualNews.co – Operasi Patuh Semeru 2021 di Polres Kota Pasuruan selama 14 hari, muai 20 september hingga 3 oktober 2021 dilaksanakan dengan enam penekanan.

Hal itu disampaikan Kapolresta Pasuruan, AKBP Arman membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat Polresta Pasuruan menggelar apel pasukan Operasi Patuh Semeru 2021, Senin (20/9/2021).

Pelaksanaan apel tersebut, ditandai pemasangan pita tanda operasi kepada perwakilan personel satuan lantas Polresta Pasuruan, Kodim 0819 dan Dinas Perhubungan Kota Pasuruan oleh Kapolresta Pasuruan AKBP Arman.

Adapun keenam penekanan tersebut adalah:

Pertama, akan melakukan mapping lokasi yang terjadi penumpukan massa, rawan kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran lalu lintas.

Kedua, dalam pelaksanaan operasi diutamakan kegiatan preventif secara edukatif dan humanis.

Ketiga, sosialisasi protokol kesehatan guna peningkatan kegiatan 3T (testing, tracing, treatment) dan peningkatan kegiatan vaksinasi.

Keempat, kepada anggota selama kegiatan tidak boleh melakukan kegiatan kontra produktif.

Kelima, menjaga kesehatan dan terapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas.

Keenam, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Apel gelar pasukan ini merupakan pengecekan akhir terhadap seluruh sumber daya yang akan dilibatkan Operasi Patuh Semeru 2021 dalam rangka cipta kondisi guna meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan mencegah penyebaran Covid-19 yang mengedepankan kegiatan edukasi dan persuasif serta humanis yang terkait operasi kewilayahan Operasi Patuh Semeru,” ujar Kapolres Pasuruan Kota.

Suasana apel gelar pasukan Operasi Semeru 2021 di Mapolresta Pasuruan

Lebih lanjut dalam amanat yang disampaikan, pelaksanaan Operasi Patuh Tahun 2021 mengedepankan kegiatan yang preventif dalam rangka kepatuhan protokol kesehatan kepada masyarakat dengan memberikan edukasi dalam berlalu lintas di wilayah Jawa Timur.

Kapolres menyebutkan, angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur turun, tingkat kesembuhan meningkat, ketersediaan BOR mengalami penurunan, tingkat kematian menurun dan jawa timur masuk pada level 2 dan 3 bahkan beberapa daerah ada di level 1.

Hal tersebut menurutnya merupakan kerja keras semua pihak baik itu dari Polda, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.

“Penyebaran Covid-19 terkendali karena pelaksanaan PPKM berjenjang, peningkatan kegiatan 3T dan perluasan vaksinasi secara masal. Namun demikian, masyarakat jangan lengah dan euforia dengan berkerumun di beberapa tempat wisata, tempat hiburan dan fasilitas publik lainnya,” ujar Kapolres Pasuruan Kota.

Diharapkan masyarakat masih melaksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) agar gelombang penyebaran Covid-19 terkendali, sehingga roda perekonomian dan kegiatan sosial lainnya bisa segera berjalan normal.

“Diwaspadai kepulangan migran dari luar negeri membawa varian baru dari negara asalnya sehingga perlu diperketat di lokasi kedatangan dan dilakukan isolasi untuk migran tersebut,” lanjutnya.

Apel gelar Pasukan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan (Mas Adi), Dandim 0819 Letkol Infantri Nyarman, dan jajaran Forkopimda Kota Pasuruan.