Peristiwa

PAD Situbondo Turun Drastis hingga Rp 10 Miliar

SITUBONDO, FaktualNews.co – Ada yang cukup menarik dalam penetapan Raperda PAPBD Situbondo Tahun 2021, Selasa (28/9/2021).

Pasalnya, Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kabupaten Situbondo, turun drastis hingga mencapai Rp 10 miliar lebih.

Hal tu diungkap Juru Bicara lima fraksi DPRD Situbondo, Siswo Pranoto, dalam pandangan akhir fraksi rapat paripurna pembahasan dan pengesahan Raperda PAPBD tahun 2021 di kantor DPRD Situbondo.

Menurutnya, dalam RPAPND tahun 2020 PAD Situbondo sekitar sebesar Rp 212.684.223 827,-, sedangkan RPAPBD tahun 2021 ini berkisar sebesar Rp. 202. 234.883.000,,-.

“Jadi tahun 2021 ini, PAD Situbondo berkurang hingga Rp 10,8 miliar,” kata Siswo Pronoto.

Bahkan, berkurangnya PAD Situbondo hingga Rp 10,8 miliar itu, masih lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten lain.

“Ini sangat masuk akal, karena kebutuhan pembiayaan memang sangat besar dari penerimaan. Maka konsekwensinya pemerintah daerah harus menutupi divisit,”kata Siswo Pranoto.

Siswo menegaskan, pandemi Covid-19 ini, memberikan pembelajaran bagi Pemkab Situbondo. Sebab adanya recofusing anggaran menjadi kewajiban untuk penanganan Covid 19, sehingga banyak program pembangunan yang tidak dilaksanakan, karena anggaran dialihkan untuk penanganan Covid 19.

“Sementara kita harus bersama sama memenuhi target vaksinasi sebesar 50 persen,” bebernya.

Bupati Karna Suswandi mengatakan, untuk mencapai target PAD itu, pihaknya telah memberlakukan E-Retribusi dan E-Pajak.

“Ini bagian dari upaya bagaimana kita meningkatkan PAD Situbondo,” kata Karna Suswandi.

Karna mengatakan, sebenarnya sudah menjadi perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, yang dipantau langsung ke lapangan, sehingga penerapan ini benar benar berfungsi dengan baik. Sehingga ke depannya retribusidan pajak meningkat.

“Meskipun berjalan beberapa bulan, ada obyek-obyek tertentu yang mengalami peningkatan. Jadi Insya Allah ke depan dan jika pandemi berakhir akan terjadi peningkatan,” katanya.

Karna mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan turunnya PAD Situbondo. Di antaranya karena pandemi dan juga banyak pengusaha warung yang tidak buka atau tutup, dan tidak membayar retribusi. “Saya kira ini semua mengalami penurunan,” pungkasnya.