FaktualNews.co

Sipir Cantik Lapas Ngawi, Garda Depan Tangani Kericuhan

Hukum     Dibaca : 73 kali Penulis:
Sipir Cantik Lapas Ngawi, Garda Depan Tangani Kericuhan
FaktualNews.co/Zaenal//
Sipir wanita sedang berjaga di depan pintu gerbang Lapas Ngawi.

NGAWI, FaktualNews.co – Ada yang menarik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas II B Ngawi. Yakni adanya dua sipir cantik yang tergabung sebagai pasukan huru hara (PHH) dalam Lapas Ngawi.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan dalam lingkungan Lapas Ngawi. Pihak Lapas Ngawi telah menyiagakan sebanyak 18 personil yang tergabung sebagai PHH Lapas klas II B Ngawi.

Dalam pasukan khusus yang beranggotakan 18 orang tersebut terdapat dua wanita. Di antaranya Rahma (26) dan Rezy (23) yang mengawali kariernya dari tahun 2017 sebagai PNS di Kemenkumham yang ditempatkan di Lapas Ngawi.

Selanjutnya dua wanita cantik tersebut tergabung dalam PHH Lapas klas II Ngawi yang harus siap dibutuhkan selama 24 jam saat kondisi genting.

Untuk sehari-hari rutinitasnya di dalam Lapas sebagai pendamping warga binaan di blok wanita. Untuk setiap hari Kamis mereka berseragam PHH berjaga di pintu gerbang.

“Memang kita sengaja memasukkan dua petugas wanita dalam pasukan PHH. Mereka kan lebih fleksibel di lapangan. Jadi kita mengedepankan humanisme,”jelas Hendro, Kalapas Ngawi saat ditemui FaktualNews.co.

Diharapkan dengan diterjunkannya kaum hawa dalam PHH akan lebih humanis dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. Meskipun mulai disiapkannya PHH hingga saat ini pasukan khusus tersebut belum pernah menghadapi bentrokan atau situasi yang mengharuskan mereka terjun.

“PHH ini kita siapkan sudah lama. Untuk antisipasi saat situasi tidak dapat dikendalikan. Namun sampai saat ini mereka belum pernah terjun semoga saja tidak pernah dan jangan sampai,” urainya.

Usai bertugas dua wanita yang sebelumnya memakai seragam PHH tersebut menceritakan suka dukanya bekerja di dalam Lapas yang sehari-hari bergaul dengan warga binaan blok di wanita.

Meskipun masih dibilang masih muda, ternyata mereka dapat menempatkan dirinya sebagai pendengar yang baik.

“Kami sudah biasa mendengarkan keluhan mereka (warga binaan). Misalnya terkait kekasihnya, ada yang anaknya diambil suaminya. Pokoknya kami siap mendengarkan keluhan,” terang Rahma.

Meskipun di blok wanita ternyata juga sering terjadi percekcokan antar napi. Bahkan dari keterangan dua sipir tersebut mereka sering melerai sewaktu terjadi cek cok.

“Kalau cek cok mereka sering terjadi, bahkan mereka lakukan biasanya sampai fisik. Sehingga kami sering menengahi dan melerai,”pungkas Rahma.

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin