Peristiwa

Begini Perjuangan Kapolsek di Jombang Ini ‘Merayu’ Lansia untuk Vaksin

JOMBANG, FaktualNews.co – Hari itu, Jumat 24 September 2021, merupakan hari ‘bersejarah’ bagi Iptu Pranan Edi, Kapolsek Plandaan, Jombang.

Sebab, dia bersama personel TNI harus mulai mendampingi tim vaksinasi dari Puskesmas dan Kecamatan Plandaan, menemui dan ‘merayu’ para warga lanjut usia (lansia) di wilayah Kecamatan Plandaan untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

Upaya door to door dengan mendatangi warga lansia ini dilakukanb guna mempercepat vaksinasi dan meningkatkan partisipasi lansia. Mengingat pencapaian vaksinasi untuk lansia di Jombang baru pada angka 47,1 persen.

Ternyata, menurut Pranan Edi, memang butuh kerja dan energi ekstra guna menyadarkan para lansia agar mau divaksin. “Kendala yang kami hadapi, antara lain banyak yang takut terkena apa-apa setelah vaksin. Ada juga yang merasa sehat, sehingga tidak menolak divaksin,” ungkap Pranan, Sabtu (2/10/2021).

Lebih dari itu, tidak sedikit pintu rumah para lansia yang tertutup rapat saat tim vaksinasi. Menurut Pranan, banyak lansia memilih menutup pintu rumahnya setelah mendapat kabar kedatangan tim vaksinasi ke desa mereka.

“Jadi ketika kami datang, pintu rumah tertutup rapat. Mereka sudah tahu kami akan datang, karena sebelum kami datang memang sudah diumumkan akan ada vaksinasi,” tuturnya.

Itu sebabnya, lanjut Pranan, anggota tim harus memiiki tingkat kesabaran tinggi, untuk memberi pemahaman tentang pentingnya vaksinasi bagi para lansia.

“Dan alhamdulillah, sebagian besar lansia yang sempat ditemui dan diberi penjelasan, akhirnya bersedia divaksinasi. Meski tidak signifikan, namun sejak pekan lalu. Partisipasi Lansia untuk menjalani vaksinasi Covid-19 terus bertambah, meski belum siginifikan,” kata Pranan.

Dengan upaya tak kenal lelah dalam memberikan pemahaman, mantan KBO Satresnarkoba Polres Jombang ini yakin akan semakin banyak lansia bersedia divaksinasi.

Selain menceritakan pengalamannya mengajak lansia untuk menjalani vaksinasi, Pranan juga mengisahkan perjuangan berat tim vaksinasi dalam melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 di wilayah terpencil.

Salah satu perkampungan terpencil yang rute perjalanannya memiliki medan cukup berat adalah Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan.

Untuk memfasilitasi penyuntikan dosis vaksin warga setempat, khususnya lansia, tim vaksinasi didampingi personel Polri dan TNI mengunjungi wilayah perkampungan di tengah hutan itu.

“Kami dan Babinsa (Kodim) juga mendampingi tim vaksinasi dari Puskesmas ke Kedung Dendeng. Untuk ke sana butuh perjuangan ekstra. Perjalanan naik motor hampir 2 jam, medannya berat,” tuturnya.

Dikatakan, Dusun Kedung Dendeng merupakan salah satu perkampungan penduduk yang wilayahnya di pedalaman dan cukup terpencil.

Perkampungan itu di sisi barat laut wilayah Kabupaten Jombang ini berbatasan langsung dengan wilayah Sukorame, Kabupaten Lamongan.

Selain dikelilingi hutan, akses jalan menuju Dusun Kedung Dendeng cukup sulit, terutama saat musim hujan. Secara administratif, Dusun Kedung Dendeng berada di wilayah Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Jombang.

Namun jarak antara pusat pemerintahan atau induk Desa Jipurapah dengan Dusun Kedung Dendeng cukup jauh, sekitar 10 kilometer, melintasi hutan dan kondisi medan cukup berat.

Iptu Pranan kini mengaku cukup lega. Perjuangannya bersama personel dari Polsek Plandaan mendampingi tim vaksinasi mulai menunjukkan hasil.

Perjuangan ekstra, baik saat mengajak lansia maupun mengunjungi wilayah terpencil untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, terbayar dengan adanya peningkatan capaian vaksinasi.

“Vaksinasi lansia ada peningkatan dan capaian secara keseluruhan juga meningkat. Hari ini, kalau tidak salah, pencapaian vaksinasi di Kecamatan Plandaan sudah mencapai 80 persen dari sebelumnya yang hanya belum ada 50 persen,” ujarnya.

Data di Dinas Kesehatan (Diskes) Jombang, capaian vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia) belum mencapai target yang ditentukan.

Dari target minimal 60 persen sejak dimulainya pelaksanaan vaksinasi untuk lansia, saat ini baru mencapai sekitar 47,1 persen dari jumlah keseluruhan lansia yang menjadi sasaran mendapatkan suntikan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Jombang Budi Nugroho mengungkapkan, hingga saat ini, vaksinasi dosis 1 mencapai 68 persen. Sedangkan vaksinasi dosis 2 sebanyak 44,2 persen.

Sementara, sebelum pertengahan Oktober ini, pihaknya menargetkan bisa melaksanakan vaksinasi hingga 70 persen dari 1 juta lebih orang yang menjadi sasaran vaksinasi.

“Tapi untuk lansia, kita masih 47,1 persen. Nah, ini masih 13 persen yang kita kejar untuk mencapai target 60 persen,” ungkap Budi, Sabtu (2/10/2021).

Budi menjelaskan, masih rendahnya pancapaian vaksinasi menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi Pemkab Jombang.

Kondisi ini cukup ironis, sebab, kata dia, selama ini angka kematian yang ada sebagian besar berasal didominasi dari kalangan lansia.

Budi menyebut, beberapa kendala vaksinasi untuk lansia, antara lain faktor ketakutan terhadap dampak vaksin, serta berbagai keluhan dari lansia.

“Selama ini kehadiran (lansia) untuk vaksinasi memang agak sulit. Faktornya, agak ketakutan, kesulitan jalan, belum lagi dia mempunyai keluhan yang merepotkan,” imbuhnya