FaktualNews.co

Gunung Semeru Masih di Level Wapada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas di Zona Bahaya

Peristiwa     Dibaca : 77 kali Penulis:
Gunung Semeru Masih di Level Wapada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas di Zona Bahaya
FaktualNews.co/Efendi Murdiono/
Foto: Pengamatan Gunungapi Gunung Semeru

LUMAJANG, FaktualNews.co – Pengamatan visual Gunung api di Gunung Semeru dalam kurun waktu 24 jam terakhir, terpantau cuaca mendung dan hujan sehingga letusan dan hembusan asap tidak teramati.

Petugas Pengamatan Gunung Api Gunung Semeru di Gunung Sawur kecamatan Candipuro kabupaten Lumajang Liswanto menjelaskan, gunung berketinggian 3676 mpdl tersebut secara meteorologi angin bertiup lemah ke arah barat daya dan Suhu udara 20-29 °C.

“Namun demikian Semeru pada level 2 waspada”, kata Liswanto kepada FaktualNews.co, Senin (04/10).

Sementara itu hasil pengamatan kegempaan yang tercatat melalui alat yang terpasang, telah terjadi letusan 49 kali, amplitudo 10-22 mm, durasi 60-125 detik. Hembusan terjadi 8 kali, amplitudo 2-8 mm, durasi 40-85 detik. Disamping itu juga terjadi tremor harmonik.

“Tremor Harmonik 1 kali, amplitudo 16 mm, durasi 112 detik dan tektonik jauh terjadi 3 kali, amplitudo 13-33 mm, S-P 15-25 detik dan durasi 65-115 detik”, tutur Liswanto.

Dari evaluasi hasil pengamatan yang terhimpun kata Liswanto, merekomendasikan masyarakat, pengunjung (wisatawan) tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah (puncak) gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

“Rekomendasi itu mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya,” ucap Liswanto.

Selain itu dari hasil pengamatan, juga merekomendasikan agar masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

“Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan,” pinta Liswanto.

Hal tersebut juga berpotensi ancaman lahar di alur sungai (lembah) yang berhulu di gunung Semeru mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid