FaktualNews.co

Kades di Situbondo Kinerjanya Minta Dihargai Bupati

Peristiwa     Dibaca : 84 kali Penulis:
Kades di Situbondo Kinerjanya Minta Dihargai Bupati
FaktualNews.co/Fathul Bari//
Kades Gebangan, Joko Sabar, saat memberikan sambutan pada acara pemberian penghargaan Apdesi award.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Pemberian reward kepada para camat yang capaian vaksinasinya mencapai 50 persen memantik reaksi. Para Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Apdesi Situbondo, terus memprotesnya.

Kepala Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Joko Sabar mengatakan, para kades kecewa karena terkesan tidak dilibatkan dalam pemberian reward. Padahal kesuksesan pelaksanaan vaksinasi di masyarakat berkat keterlibatan para kades.

“Oleh karena itu, para kades di Situbondo mengaku kecewa kebijakan Bupati Situbondo, yang kinerja terkesan tidak menghargai kinerja para kades, yang meningkatkan capaian vaksinasi di Situbondo,”ujar Joko Sabar, Senin (4/10/2021).

Menurutnya, alasan para kades tidak dihargai, karena sistem yang dibuat Bupati Situbondo, karena para kades seperti dianggap bawahan dan bukan mitra.

“Jadi kalau dianggap anak buah, (kades) diundang itu apa kata bupati,” kata Joko Sabar, saat memberi sambutan, dalam acara Apdesi Award Senin (4/10/2021).

Joko Sabar menegaskan, jika bukan sistem yang dikedepankan, maka para kades di Situbondo seharusnya diperhatikan dan bukannya dibiarkan tanpa penghargaan.

“Kami tidak butuh kue dan makan, akan tetapi kan caranya. Ingat, kabupaten ini akan maju, kalau desanya maju. Bahkan kades menjadi ujung tombak kemajuan yang luar biasa,”bebernya.

Pria yang akrab dipanggil Joko mengatakan, pihaknya tidak setuju dengan rencana Pemkab Situbondo meminjam dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar Rp 250 miliar, dengan dalih untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu, kami hati-hati fungsinya PEN  bukan untuk masyarakat desa, melainkan hanya untuk menjalankan visi misi bupati saja,”imbuhnya.

Lebih jauh Joko menambahkan, pihaknya khawatir dengan beban utang lewat dana PEN, jika Pemkab Situbondo tidak bisa membayar. Maka ada persentase anggaran DAU (Dana Alokasi Umum) yang akan terpotong.

“Sangat menyakitkan bagi kita semua, sekarang kades bingung sebab sistemnya kades sebagai anak buah. Kalau kita dianggap mitra, insya Allah kita akan dihargai, ” tegas Joko.

Joko berharap agar Ketua Apdesi menujukkan sikap kepada Pemkab Situbondo mengingat bupati dan gubernur serta kades sama-sama jabatan politis.

“Jadi kita harus berani, penjara terbuka kalau kita korupsi. Tetapi selama kita benar kenapa takut, tunjukkan solidaritas kita ini,”pungkasnya.

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin