FaktualNews.co

Kesal Dipukul Hingga Benjol, Guru di Situbondo Laporkan Teman Seprofesi

Kriminal     Dibaca : 160 kali Penulis:
Kesal Dipukul Hingga Benjol, Guru di Situbondo Laporkan Teman Seprofesi
FaktualNews.co/Fatur Bari/
Foto : Korban saat duduk diruang tunggu di kantor Pemkab Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Seorang guru SDN 2 Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo bernama Muhtarom melaporkan teman kerjanya ke SPKT Polsek Banyuputih, Situbondo.

Pasalnya, oknum guru berinisial SP yang dilaporkan tersebut, melakukan penganiayaan terhadap dirinya, hingga mengakibatkan kepalanya benjol.

Aksi pemukulan yang dilakukan oleh SP terhadap korban terjadi pada Sabtu (2/10/2021) lalu di sekolah tempat keduanya mengajar. Hal tersebut berawal saat korban yang diketahui merupakan guru kelas VI, menyuruh muridnya untuk membeli makanan. Sedangkan salah satu muridnya mengadu ada temannya yang menangis.

Mendapat informasi ada murid menangis, Mutarom langsung bertanya tentang penyebab murid tersebut menangis.

Ironisnya, saat korban bertanya kepada muridnya, tiba-tiba SP muncul. Dia mengaku telah memukul murid yang menangis tersebut. Bahkan, SP mempraktekan cara memukul terhadap murid tersebut kepada korban.

Akibat dipukul oleh SP, kepala Muhtarom langsung benjol. Bahkan, saat ini, kasus penganiayaan tersebut langsung dilaporkan ke SPKT Polsek Banyuputih, Situbondo.

“Saya kaget, tiba-tiba dia memperaktekan kepada saya, sehingga mengakibatkan kepala saya benjol. Pada saat itu pula, kasus ini saya laporkan ke Mapolsek Banyuputih,” kata Muhtarom, Rabu (6/10/2021).

Menurut dia, selain melaporkan ke Polsek Banyuputih, pihaknya juga melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Sekda Pemkab Situbondo.

“Saya juga melaporkan kasus ini ke Sekda. Bahkan, saya juga mengajukan surat pindah mengajar, meski Pak Sekda menyarankan agar berdamai,” beber Muhtarom.

Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto membenarkan laporan kasus penganiayaan tersebut, dengan terlapor oknum guru berinisial SP.

“Sebelum dilaporkan, saya sempat melakukan mediasi, namun korban tidak mau dimediasi, karena korban sudah terlanjur sakit hati,” ujar AKP Heru Purwanto.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid