FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Covid di Inggris Kembali Ngamuk, Kasus Harian Rekor Lagi

Internasional     Dibaca : 189 kali Penulis:
Covid di Inggris Kembali Ngamuk, Kasus Harian Rekor Lagi
FaktualNews.co/Mufid/
Foto: Warga berkumpul dalam festival Latitude di Henham Park, di Southwold, Inggris. (AP/Jacob King)

FaktualNews.co – Kasus Covid-19 harian Inggris kembali mengamuk. Negeri itu mencatat 45.140 kasus baru, tertinggi sejak pertengahan Juli 2021, Minggu (17/10/2021).

Dilansir dari CNBC Indonesia, angka ini naik dari Sabtu sebanyak 43.275. Ini menjadikan total kasus Covid-19 Inggris menjadi 8.449.165 sejak pandemi masuk ke negeri itu pada 2020.

Mengutip Worldometers, kasus aktif Covid-19 saat ini tercatat 1.394.142. Kasus serius sebanyak 783.

Kemarin, angka kematian tercatat bertambah 57 kasus. Ini menjadikan total warga yang meninggal karena Covid-19 sejak pandemic terjadi, menjadi 138.584.

Berdasarkan data Our World in Data, 14 Oktober, Inggris memang sudah menyuntik satu dosis vaksin ke 73,8% populasi dan dosis ke dua ke 67,5% warga. Namun cakupan vaksin anak dan remaja masih tiga kali lebih rendah, dibanding Skotlandia.

Ini jadi tantangan bagi negara itu menjelang musim dingin yang trennya membuat kasus flu melonjak. Para ahli khawatir Covid-19 juga akan semakin naik, membebani rumah sakit dan menaikkan angka kematian.

Sementara itu, mengutip Johns Hopkins, beban kasus Inggris lebih tinggi menurut standart global. Di mana Inggris memiliki 589,68 insiden kasus baru per juta, dua kali lipat AS dan lima kali lipat Jerman.

Sejak Juli lalu, pemerintah Inggris memang resmi mencabut pembatasan pandemi virus corona. Seluruh aturan social distancing dihapus, meski ini memicu kecaman para ilmuwan dan partai oposisi karena dianggap berbahaya.

Selain itu, klub-klub malam pun dibuka kembali dan semua tempat acara indoor bisa beroperasi kembali dalam kapasitas penuh. Setelah pembatasan dicabut, aturan wajib masker dan bekerja dari rumah (WFH) juga dihapus.

Perdana Menteri (PM) Boris Johnson sempat menyatakan bahwa publik Inggris harus “mulai belajar hidup dengan virus ini”. Masyarakat juga diminta melakukan tindakan pencegahan “ketika menjalani hidup mereka”.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid
Sumber
cnbcindonesia.com