FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Anggota Satpol PP di Mojokerto Diduga Dipukul Oknum TNI Hingga Berdarah

Kriminal     Dibaca : 408 kali Penulis:
Anggota Satpol PP di Mojokerto Diduga Dipukul Oknum TNI Hingga Berdarah
FaktualNews/Muhammad Lutfi Hermansyah/
Foto : Anggota Satpol PP Kota Mojokerto, Angga Ardiyan berdarah usai dihajar oknum TNI.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpoll PP) Kota Mojokerto, Angga Ardiyan, dihajar oleh oknum TNI Angkatan Laut hingga berdarah.

Peristiwa itu bermula saat terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimpa seorang ibu-ibu di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto pada hari Jumat (22/10/2021) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Saat itu saya beserta seorang rekan sedang jaga piket masuk siang. Tiba-tiba  di depan kantor pemkot arah putar balik ada insiden kecelakaan yang melibatkan sepeda motor yang dikendarai seorang ibu dan anaknya dengan kendaraan yang berada di depannya,” kata Angga, Sabtu (23/10/2021).

Menurut Angga, ibu-ibu tersebut sudah diingatkan polisi cepek atau pak ogah untuk berhenti tapi malah menerobos sehingga terjadi ia terjatuh dan terpental hingga pos penjagaan.

Angga pun berniat menolong korban. Namun, korban mendatanginya dan memarahinya. Korban menuduh Angga orang yang menabaraknya.

“Saya berniat membantu, malah saya dipikir yang menabrak. Ibu tersebut datang menghampiri dengan marah-marah,” sambungnya.

Masih kata Angga, warga dan polisi cepek yang mengetahui persis kejadian mencoba menjelaskan.

“Akhirnya ibu itu minta maaf sama saya,” tukasnya.

Kemudian, Angga meminta kartu identitas korban untuk penyelesaian secara damai dengan korban.

“Saya bilang kalau ibu gak mau menyerahkan KTP, ini kan ada CCTV malah nanti ibu kena tilang. Lantas beliaunya marah-marah dan bilang nanti kesini lagi,” ungkapnya.

Sekitar pukul 20.45 ibu tersebut mendatanginya di pos penjagaan Pemkot Mojokerto bersama suami dan temannya yang mengaku oknum TNI berpangkat Letkol. Tanpa basa-basi kedua orang ini kemudian memberi pukulan bertubi-tubi hingga ia mendapatkan luka parah di bagian wajah.

“Kejadian itu terjadi pos jaga pintu masuk Pemkot Kota Mojokerto,” tandasnya.

Mengatahui hal itu, Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung melaporkan ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

“Kami langsung menghubungi dan melaporkan kejadian penganiayaan ini pada Satreskrim Polresta Mojokerto,” katanya.

Dodik menyampaikan, laporan ditindaklanjuti anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota dengan mendatangi korban di lokasi terjadinya penganiayaan tersebut.

Berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi bahwa pelaku penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum TNI.

“Setelah didatangi ke TKP melihat beberapa foto ternyata memang penganiayaan itu dilakukan oleh oknum TNI sehingga Kepolisian menyerahkan pada Garnisun,” ucap Dodik.

Setelah kejadian itu, korban dan pelaku penganiayaan oknum TNI dibawa ke Garnisun. Esoknya, korban merasakan kesehatannya menurun sehingga dilarikan ke RSUD Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.

“Ada luka yang perlu dijahit sehingga tadi dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Korban dan pelaku sempat berdamai akan menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan membubuhkan tanda tangan di kertas tanpa materai di kantor Garnisun.

Meski begitu, pihaknya menegaskan penganiayaan hingga melukai anak buahnya ini agar diusut tuntas sesuai hukum. Pasalnya, kejadian penganiayaan terjadi di pos penjagaan Satpol PP yang berada di Kantor Pemkot Mojokerto.

“Kami menyampaikan via surat tertulis, kami mohon untuk tetap diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku baik militer maupun sipil, karena sudah terjadi penganiayaan yang itu dilakukan di pos Satpol PP di Pemkot,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid