FaktualNews.co

Dikira Tidur, Sopir di Situbondo Ditemukan Meninggal di Atas Truknya 

Peristiwa     Dibaca : 182 kali Penulis:
Dikira Tidur, Sopir di Situbondo Ditemukan Meninggal di Atas Truknya 
FaktualNews.co/Fathul Bari.
Proses evakuasi jasad Baidawi sopir truk dari TKP dibawa ke kamar mayat RSU Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Seorang sopir bernama Ahmad Baidawi (49) asal Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, Situbondo ditemukan meninggal di atas truknya di Jalan Raya Desa Kotakan, Kecamatan Kota, Situbondo, Selasa (26/10/2021).

Saat ditemukan pertama kali oleh salah seorang temannya, yakni  Misyono (53), yang juga berprofesi sebagai sopir truk. Kondisi tubuh korban sudah terbujur kaku, dengan posisi miring ke sebelah kiri.

“Saya kaget, saat hendak mengantarkan bibit tebu, saya melihat ada truk Pak Haji Baidawi parkir di sebelah kiri jalan Desa Kotakan,”ujar Misyono, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, mengetahui truk temannya parkir, pria asal Paiton Probolinggo itu langsung menghentikan laju kendaraannya. Bahkan, setelah dicek ternyata tubuh Baidawi sudah terbujur kaku.

“Awalnya, saya menduga H Baidawi tidur karena kecapekan. Namun setelah dibangunkan tubuhnya tak dapat digerakan lagi. Pada saat itu pula saya melaporkan ke Mapolsek Kota,”beber Misyono.

Kapolsek Kota, Iptu Budhiarto membenarkan seorang sopir ditemukan meninggal di atas truknya. Begitu mendapat informasi ada sopir truk meninggal, petugas langsung langsung meluncur ke TKP mengevakuasi korban ke kamar RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar petugas medis RSU Situbondo, Ahmad Baidawi murni meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Sebab, disekujur tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan,”ujar Iptu Budhiarto.

Menurut dia, selain tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan keluarga korban, saat berangkat korban dalam kondisi sakit. Terbukti, di dalam tas korban ditemukan adanya obat mixagrip. Selain itu, berdasarkan keterangan keluarganya, dia berangkat mengantarkan bibit tebu ke Jatiroto dalam kondisi sakit.

“Sebetulnya, istri korban sempat melarang agar tidak berangkat. Namun dia tetap memaksa untuk mengantar bibit tebu tersebut,”pungkasnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin