Advertorial

Buka Kursus Mabigus, Wakil Walikota Pasuruan ; Pramuka Harus Menyenangkan

PASURUAN, FaktualNews.co – Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda membentuk watak siswa dan siswi di satuan pendidikan, diharapkan mampu membangun nasionalisme di tengah situasi perkembangan teknologi informasi dan perkembangan globalisasi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gerakan Pramuka Cabang Kota Pasuruan mengadakan kursus Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (MABIGUS) bagi para kepala sekolah, di Joglo Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/10/2021).

Melalui guru maupun pembina pramuka diharapkan dapat menginternalisasikan nilai keutuhan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam dan kemandirian bagi peserta didik.

Wakil Walikota Pasuruan, Mas Adi menyampaikan, kegiatan pramuka sebagai wadah pembinaan karakter peserta didik dan generasi muda bisa berjalan dengan eksis. Kegiatan kursus orientasi Mabigus diharapkan dapat memberikan pemahaman dan manfaat bagi kepala sekolah selaku ketua Mabigus.

“Orientasi Mabigus untuk kepala sekolah bisa sebagai ajang silatuhrahmi sekaligus menyamakan persepsi tentang kepramukaan. Diskusi seputar pramuka, agar pramuka itu jangan di takuti tapi disenangi oleh peserta didik,” ujar Mas Adi, Rabu (27/10/2021).

Selain itu, Mas Adi juga berpesan Pramuka dibangun dengan optimisme dalam situasi apapun. Kegiatan kepramukaan di Kota Pasuruan masih dianggap belum maksimal, sehingga menjadi evaluasi dan proyeksi apa yang sudah dihasilkan gerakan pramuka baik output maupun outcomenya.

“Ketika Pandemi Covid 19 sudah normal sudah teratasi dengan baik, kita bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Ini merupakan PR Pemkot Pasuruan sekaligus PR Pramuka dengan Dasa Darma pramukanya bagaimana membangun karakter anak-anak muda menjadi penerus masa depan bangsa,” harapnya.

“Kemajuan teknologi informasi di satu sisi selama pandemi ini mempunyai nilai positif yakni dengan melakukan akselarasi teknologi informasi dan komunikasi. Tapi di sisi lain mempunyai residu yang tidak sedikit dan ketika kita tidak mengantisipasi residu-residu didalamnya maka nasib masa depan anak-anak kita yang menjadi korbannya,” imbuhnya.

Mas Adi juga menyampaikan, kursus Mabigus menjadi evaluasi, intropeksi dan proyeksi bagaimana membangun karakter anak-anak dengan pendekatan kegiatan. Karena, kenakalan remaja di Kota Pasuruan cukup tinggi apalagi berkaitan dengan narkoba.