FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Harga Tes PCR Di Lumajang Belum Turun, Ini Alasannya

Kesehatan     Dibaca : 207 kali Penulis:
Harga Tes PCR Di Lumajang Belum Turun, Ini Alasannya
FaktualNews.co/Efendi Murdiono/
Foto: Juru Bicara Penanganan Covid-19 Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignatius

LUMAJANG, FaktualNews.co – Harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Indonesia sesuai arahan Presiden Joko Widodo turun ke harga Rp 275 ribu. Namun, instruksi tersebut belum dilakukan di beberapa Rumah Sakit (RS) di kabupaten Lumajang.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignatius menjelaskan, sebelum arahan tersebut ditetapkan, semua rumah sakit mendapatkan reagen dengan harga tinggi, yakni Rp 600 ribu. Hal tersebut menjadi alasan sejumlah rumah sakit di Lumajang belum menurunkan harga tes PCR.

“Saya khawatir rumah sakit kalau harga PCR terlalu ditekan, lama-lama gak mau melayani, kecuali ada suplier atau distributor yang bisa memberikan merek reagen yang lebih murah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, Kamis (28/10).

Bayu juga menyebut, arahan penurunan harga PCR dinilai bisa melahirkan segudang problem. Pasalnya, tidak semua merek reagen cocok dengan mesin yang dimiliki laboratorium sejumlah rumah sakit di Lumajang.

“Sebenarnya dari sisi masyarakat banyak yang diuntungkan, tapi dari sisi laboratorium ada perhitungan yang cukup berat. Tidak semua reagen bisa, yang digunakan rumah sakit di Lumajang biasanya harga Rp 600 ribu, belum biaya APD, investasi gedung, dan operasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, jika sejumlah rumah sakit merasa keberatan untuk tiba-tiba menurunkan tarif tes PCR, diberikan kesempatan untuk menghabiskan stok reagen lama.

Namun, jika stok reagen lama habis diharapkan semua rumah sakit dapat mengikuti arahan harga yang ditetapkan oleh Presiden. Sebab merupakan langkah untuk memperkuat pelacakan kasus Covid-19.

“Tentu dengan berlakunya ini harus semua ikut menyesuaikan. Kami selaku Dinkes selalu melakukan pembinaan dan pengawasan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid