FaktualNews.co

Lapas Kelas IIB Ngawi Dikeluhkan Warga Sekitar Lantaran Timbulkan Bau Menyengat

Peristiwa     Dibaca : 176 kali Penulis:
Lapas Kelas IIB Ngawi Dikeluhkan Warga Sekitar Lantaran Timbulkan Bau Menyengat
FaktualNews.co/Zaenal Abidin//
saat tim dari Dinas Perkim Ngawi melihat keadaan septictank lapas ngawi

NGAWI; Faktualnews.co – Warga yang tinggal disekitar lingkungan lembaga pemasyarakatan (Lapas) klas II B Ngawi beberapa kali mengeluhkan terkait dengan bau menyengat akibat limbah kotoran yang seringkali dirasakan warga.

Menurut Kalapas klas II B Ngawi, Hendro Susilo Nugroho mengatakan, kondisi lapas klas II B Ngawi hingga saat ini memang dalam kondisi kelebihan kapasitas (overload). Sehingga bangunan peninggalan jaman Belanda yang berdiri diatas tanah 600 m² tersebut, seringkali menimbulkan permasalahan sendiri.

“Untuk penghuni diLapas Ngawi ini memang melebihi kapasitas. Seharusnya hanya menampung 250 an tp kenyataannya 500 lebih penghuninya,” jelas Hendro Susilo Nugroho Kalapas Ngawi.

Terkait dengan diterimanya keluhan warga sekitar akibat dampak bau yang keluar dari septictank, khususnya warga yang tinggal di jl.M.Elyas dibelakang Lapas Ngawi, pihak Lapas sewaktu mendapat kunjungan dari legislator DPR RI bersama Dwi Riyanto Jatmiko Wakil bupati Ngawi beberapa waktu lalu, ganti mengeluhkan keadaan tersebut.

Selanjutnya pihak Pemkab Ngawi mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan diLapas Ngawi. Tim yang dimotori Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman yang dipimpin oleh Sekdin Dinas Perkim kabupaten Ngawi, M.Davit Mukti Aji melakukan pengecekan langsung. Rombongan tersebut melihat secara langsung kondisi septictank yang berada diarea lapas Ngawi.

“Untuk keadaan pembuangan limbah kotoran ini masih jauh dari kelayakan dan tidak memadai,” terang M.Davit Mukti Aji.

Untuk sementara setiap 3 hari sekali, pihak Dinas Perkim akan menyediakan fasilitas pembuangan isi septictank yang akan dibuang dipengolahan IPAL milik Dinas Perkim.

Sedangkan, untuk membangun septictank yang memadai, masih harus melewati kajian dulu. Sehingga untuk sementara waktu pihak Pemkab Ngawi melalui Dinas Perkim hanya dapat memberikan solusi dengan pemindahan isi septictank ke lokasi bak IPAL yang tersedia.

“Saya kira kalau untuk membangunkan septictank tidak memungkinkan karena lokasinya sempit. Kita akan kaji dulu untuk mencari solusi yang terbaik,” urai Davit.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid