FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Peserta MTQ Asal Sidoarjo Berlaga di Pamekasan, Bupati Targetkan Juara Umum

Religi     Dibaca : 115 kali Penulis:
Peserta MTQ Asal Sidoarjo Berlaga di Pamekasan, Bupati Targetkan Juara Umum
FaktualNews.co/nanang.
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlo ketika berbincang dengan salah satu preserta MTQ asal Kabupaten Sidoarjo.

SIDOARJO, FaktualNews.co-Puluhan peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) asal Kabupaten Sidoarjo, diberangkatkan ke Kabupaten Pamekasan untuk mengikuti Festival MTQ Jawa Timur ke-29.

Para peserta yang diberangkatkan dari Pendopo Delta Wibawa, Senin (1/11/2021) itu terdiri dari 52 peserta yang akan mengikuti 44 cabang dalam MTQ ke 29 Jatim tahun ini.

“Ini waktunya Kabupaten Sidoarjo untuk mengambil lagi juara umum pada MTQ kali ini di Pamekasan,” ucap Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor berpesan kepada peserta yang diberangkatkan.

Muhdlor meyakini juara umum pada MTQ di Pamekasan kali ini bisa kembali diraih. Sebab, lanjut dia, Kabupaten Sidoarjo sempat menjadi runner up di beberapa kali penyelengaraan MTQ Jatim.

“Predikat juara umum empat kali berturut-turut harus kembali diraih Kabupaten Sidoarjo. Hal sangat mungkin Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi juara umum MTQ Jatim tahun ini,” harapnya.

Keyakinan itu, lanjutnya, didasarkan dari bibit-bibit emas pencinta Al-Qur’an di Kabupaten Sidoarjo sangat banyak. Apalagi, dalam MTQ ke 29 Jatim tahun ini kafilah Kabupaten Sidoarjo diperkuat Abdad Fatiha Fawwas yang merupakan juara 2 Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) 2021 di Sofifi, Maluku Utara.

Serta terdapat nama Aqila Ninda Putri yang merupakan juara 1 Hafizh Indonesia 2021 di salah satu program televisi swasta. Atas capain prestasi dua penghafal Al Qur’an.

Bukan hanya itu, Muhdlor menjelaskan dalam sejarah mencatat Kabupaten Sidoarjo pernah menjadi pusat peradaban Islam. Masa tersebut terjadi di tahun 1700 dengan keberadaan Pondok Pesantren Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

“Banyak kyai-kyai Jawa Timur berasal dari salah satu pondok pesantren tertua di Jatim tersebut. Seperti Kyai Kholil, Kyai As’ad, Kyai Abdul Karim maupun Kyai Hasyim Asyari. Jadi mulai 1700 an culture kita kultur pesantren dan memang kultur agama Islam,”pungkasnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin