FaktualNews.co

Disparbud Kediri Pastikan Batu Kala di Ngasem Berasal dari Era Kerajaan Khadiri

Sosial Budaya     Dibaca : 148 kali Penulis:
Disparbud Kediri Pastikan Batu Kala di Ngasem Berasal dari Era Kerajaan Khadiri
FaktualNews.co/Moh Muajijin
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan perangkat desa saat tinjau penemuan batu kala di Sungai Pentul Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Senin (8/11/2021).

KEDIRI, FaktualNews.co – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri dan perangkat desa setempat, turun ke lokasi penemuan benda purbakala di Sungai Pentul Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Senin (8/11/2021).

Hasilnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyatakan batu kala tersebut berasal dari masa peralihan Jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar abad ke-12 atau zaman Kerajaan Khadiri.

Kepala Seksi Museum dan Purbakala, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priatna mengatakan, selain kepala kala, di lokasi juga ada 2 artefak yang berada di Sungai Pentul.

Di antaranya batu bertakik dan kemuncak atau batu berukir jilatan api yang berada di pekarangan warga.

“Kepala kala yang ditemukan pada hari Kamis (4/11/2021) kemarin, sebenarnya bukan temuan baru. Karena selain batu kala, ada arca (Penthul) dan batu kemuncak yang ditemukan tahun 1996 dan masing-masing sudah mempunyai nomor register. Yakni 9/KDR/1996 sampai 11/KDR/1996,” terang Eko Priatno, Kasi Museum dan Purbakala, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, usai meninjau batu kala di Sungai Pentul.

Eko menambahkan, alasan tidak dipindahkannya artefak itu ke tempat yang lebih layak karena pihaknya sangat menghargai kearifan masyarakat setempat.

Karena, artefak itu masih memiliki keterkaitan emosional dengan masyarakat. Apabila dipindahkan, masyarakat meyakini akan adan semacam kejadian buruk.

“Ada kepercayaan seperti itu, makanya tetap ada di sini. Tapi bila nantinya masyarakat mengizinkan, tentu benda purbakala ini akan dipindahkan ke museum,” imbuh Eko.

Kepala Dusun Kranggan Supriadi menyatakan, keberadaan benda cagar budaya atau masyarakat sekitar menyebutnya dengan batu pentul tersebut, sudah lama berada di sungai dan menjadi cerita keramat di masyarakat.

“Konon setiap hari-hari tertentu Batu Pentul tersebut akan mengeluarkan bunyi alunan musik seperti ada pertunjukan kesenian jaranan. Dan hingga kini oleh warga sekitar Batu Pentul tersebut juga dikeramatkan, dan diadakan ritual jika ada orang yang punya hajat,” kata Supriadi, Kasun Kranggan.

Diberitakan sebelumnya, jika benda purbakala berbentuk Kepala kala, ditemukan warga di Sungai Pentul Desa setempat, saat dilakukan normalisasi sungai.(aji)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono