FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Gesek Biola 45 Jam Nonstop, Musisi Surabaya Usul 10 November Libur Nasional

Unik     Dibaca : 216 kali Penulis:
Gesek Biola 45 Jam Nonstop, Musisi Surabaya Usul 10 November Libur Nasional
FaktualNews.co/Dofir
Unk! Usul 10 November hari libur nasional, Arul Lamandau akan memainkan biola di trotoar Jalan Tunjungan

SURABAYA, FaktualNews.co – Usul tanggal 10 November sebagai hari libur, Arul Lamandau (39), musisi asal Pacarkeling menyampaikannya dengan cara unik: memainkan biola selama 45 jam tanpa henti alias nonstop di pinggir Jalan Tunjungan, Surabaya di depan Hotel Majapahit — gedung bersejarah tempat peristiwa perobekan Bendera Merah Putih Biru.

Arul mengaku, mulai memainkan alat gesek kesayangan itu Selasa (9/11/2021) pukul 00.00 WIB, dan rencananya akan mengakhirinya Rabu besok (10/11/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Selama 45 jam tanpa berhenti itu, Arul bersama rekan-rekannya akan memainkan aransemen beberapa lagu nasional hingga membaca puisi. “Dari ceremony itu ada yang membaca puisi, ada yang nyanyi,” ucapnya, Selasa ((9/11/2021).

Usulan unik dengan cara menggelar pentas seni ini, dikatakan Arul, karena kapasitasnya sebagai pelaku seni dan budaya.

Terkait permintaan agar ditetapkannya 10 November sebagai hari libur nasional, dia berharap agar masyarakat Indonesia, khususnya warga Surabaya, bakal mendapat ruang untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945.

Terlebih, peristiwa tersebut dikenal sebagai pertempuran terdahsyat sepanjang sejarah perang kemerdekaan yang menewaskan Jenderal Aubertin Walter Sothern (AWS.) Mallaby.

“Agar masyarakat Surabaya lebih khidmat dalam memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November,” kata Arul.

Selain usulan itu, Arul menyebut, atraksi bermain biola secara estafet ini juga untuk memperingati Hari Pahlawan. Dan ini bukan kali pertama dijalaninya. Media 2020 lalu, dia juga melakukan aksi serupa. Yakni saat pameran lukisan digelar di kawasan Darmokali. Hanya saja durasinya lebih pendek, hanya 19 jam.

“Pada waktu itu kebetulan ada pameran lukisan 10 November, gitu ceritanya. Jadi sifatnya itu sekedar euforia, mungkin. Nah saat ini sifatnya lebih mengangkat ke peristiwanya,” jelasnya.

Dia berharap, demonstrasi seni dan budaya selama 45 jam tanpa berhenti tersebut mendapat dukungan masyarakat, terutama Arek-arek Surabaya agar pemerintah bisa menetapkan 10 November sebagai hari libur nasional.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian