FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

‘Puting Si Naga’ Banyuwangi Raih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik

Birokrasi     Dibaca : 138 kali Penulis:
‘Puting Si Naga’ Banyuwangi Raih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik
FaktualNews.co/IST
Digelar virtual, program inovasi Kabupaten Banyuwangi raih penghargaan TOP 45 Inovasi pelayanan Publik

BANYUWANGI, FaktualNews.co – Dari 1.619 inovasi se-Indonesia yang terseleksi ketat, program inovatif di sektor pertanian milik Banyuwangi: Puting Si Naga alias Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga menyabet penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani secara virtual, Selasa (9/11/2021).

“Kami menyampaikan terima kasih pada pemerintah pusat yang telah memberikan apresiasi pada program peningkatan kapasitas produksi buah naga,” kata Ipuk.

Istri mantan bupati dua periode, abdullah Azwar Anas ini juga menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh petani buah naga yang terus berinovasi.

“Dan juga kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, tak lupa juga kepada PT PLN yang mendukung penuh program ini,” sambung Ipuk.

Sementara Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa mengatakan, tujuan kompetisi ini digelar adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menumbuhkan budaya inovasi.

“Ini adalah penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik yang memiliki prestasi. Kompetisi yang digelar sejak 2014 ini bukan sekedar lomba tahunan untuk mencari pemenang, melainkan untuk membiasakan budaya berinovasi di kalangan birokrasi,” jelas Diah.

Sekadar tahu, inovasi Puting Si Naga adalah teknologi tepat guna dalam penggunaan lampu di kebun buah naga pada malam hari untuk merangsang pembungaan.

Berkat inovasi ini, buah naga para petani di Banyuwangi bisa menghasilkan banyak buah, sehingga petani bisa panen di luar musim atau off season.

Saat ini, total luasan lahan buah naga di Banyuwangi mencapai 3.132 hektar, dan 2.608 hektar di antaranya menggunakan lampu.

Terpisah, Edi Purwoko — petani buah naga — mengatakan, dulu, tanpa inovasi ini (Puting Si Naga), buah naga hanya bisa dipanen semusim saja. Itu pun harga di pasaran tidak bersahabat. Per kilogram hanya Rp 2-3 ribu saja.

“Sekarang permintaan buah naga dari luar Banyuwangi luar biasa meningkat. Bahkan pandemi tidak berdampak pada proses produksi dan permintaan pasar,” terang Edi..

“Pengiriman buah tetap berjalan lancar, kami sampai mempekerjakan tenaga kerja dari wilayah di luar Banyuwangi,” tandas Edi yang juga Ketua Asosiasi Petani Buah Naga di Banyuwangi (Panaba).

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian