FaktualNews.co

Diduga karena Gudang, Warga Genteng Surabaya Keluhkan Rumahnya Sering Banjir dan Macet

Peristiwa     Dibaca : 142 kali Penulis:
Diduga karena Gudang, Warga Genteng Surabaya Keluhkan Rumahnya Sering Banjir dan Macet
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
foto. Area Ruko di Jalan Kalisari III Kecamatan Genteng Kota Surabaya yang disebut-sebut menjadi langganan banjir, Jumat (12/11/2021).

SURABAYA, FaktualNews.co – Puji Sutikno (73), warga Jalan Kalisari III, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya mengeluhkan rumahnya yang sudah divtempati puluhan tahun kini sering menjadi langganan banjir dan kemacetan lalu lintas. Ia menduga hal itu terjadi lantaran banyaknya Ruko yang beralih fungsi menjadi gudang.

Puji, begitu biasa ia disapa mengatakan, banjir yang mengepung kediamannya selalu terjadi kala hujan mengguyur akibat selokan yang berada di depan gudang-gudang itu tersumbat lumpur namun diabaikan.

Sementara kemacetan lalu lintas pada jam-jam tertentu menurutnya, karena saking banyaknya kendaraan besar beraktivitas di sekitar gudang.

“Saya pulang ke rumah sampai butuh berjam-jam untuk sampai, karena macet,” keluhnya, Jumat (12/11/2021).

Karena merasa terganggu, ia pun berkirim surat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Mengadukan tentang banyaknya bangunan Ruko yang dijadikan sebagai gudang hingga menyebabkan banjir dan kemacetan lalu lintas.

Sayangnya, Puji mengaku, surat yang dikirimkan ke pemerintah tak kunjung berbalas. Tak tanggung-tanggung, sudah ada 10 surat pengaduan yang telah dilayangkan.

Kendati demikian, Puji menyebutkan, bila pemerintah juga sempat menyidak bangunan-bangunan itu dan berujung penyegelan. Namun selang tiga hari kemudian aktivitas gudang kembali beroperasi.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini dirinya meminta dengan sangat supaya Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Walikota Eri Cahyadi bertindak tegas atas keberadaan gudang-gudang tersebut.

“Saya cuma minta ketegasan, dari Walikota bahwa apakah wilayah (Jalan) Kalisari ini boleh dipakai untuk gudang penyimpanan barang, apa tidak boleh, supaya ditutup,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, salah satu pekerja gudang, Widodo, kepada media ini mengatakan, jika banjir bukan disebabkan selokan gudang yang mampet namun lebih sekedar fenomena alam.

“Kalau gak mau banjir, bilang gak usah ada hujan ngunu ae (gitu aja),” kilahnya.

Ia kemudian menyebut, jika yang bersangkutan, Puji Sutikno, sejak lama mencari gara-gara dengan memunculkan isu banjir dan kemacetan lalu lintas akibat keberadaan gudang.

Berdasar pantauan di lokasi, selokan berukuran sekitar 50 centimeteran tersebut, memang beberapa titik kondisinya dangkal dipenuhi lumpur. Saluran air ini merupakan satu-satunya drainase di Jalan Kalisari III yang membentang mulai jalan raya hingga masuk ke pemukiman warga melintas di depan bangunan Ruko yang kini difungsikan sebagai gudang.

Sedangkan rumah Puji Sutikno merupakan satu dari tiga unit rumah yang berhadapan dengan Ruko. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Pemkot Surabaya karena pejabat Disperindag saat hendak ditemui sedang tidak berada di kantor.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid