FaktualNews.co

Jelang Pilkades di Jember, Dilaksanakan Deklarasi Damai, Meski SE Mendagri Belum Terbit

Advertorial     Dibaca : 102 kali Penulis:
Jelang Pilkades di Jember, Dilaksanakan Deklarasi Damai, Meski SE Mendagri Belum Terbit
FaktualNews.co/hatta
Bupati Jember Hendy Siswanto saat kegiatan Deklarasi Damai Pilkades 2021.

JEMBER, FaktualNews.co – Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Jember akan digelar 25 November 2021 mendatang.

Sebagai salah satu persiapan yang dilakukan, bertempat di Gedung Serba Guna Kecamatan Kaliwates, Jember, dilaksanakan kegiatan Deklarasi Damai, Penandatanganan Pakta Integritas dan Doa Bersama Dalam Rangka Pilkades Serentak Kabupaten Jember 2021.

Dikonfirmasi usai kegiatan, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan pelaksanaan pilkades serentak tujuan esensinya adalah kepala desa semua ingin membantu masyarakat sebagai pelayan masyarakat.

Namun demikian, diakui Bupati Hendy, terkait Surat Edaran (SE) Mendagri soal teknis pelaksanaan pilkades serentak di masa pandemi Covid-19, hingga sekarang belum terbit.

“Tentunya Pilkades ini pun menjadi sangat perhatian, kenapa? Karena surat dari Menteri Dalam Negeri belum turun sekarang. Kabarnya H-3 (terbit), memang ini tentang kebijakan pemerintah,” kata Hendy dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (16/11/2021) sore.

Namun demikian, Bupati Hendy mewanti-wanti pelaksanaan pilkades serentak tetap harus sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

“Karena takut ada apa-apa saat pelaksanaan Pilkades. Sebabnya menyangkut orang banyak. Nanti untuk kampanyenya pun kita cluster, tidak boleh juga untuk gowes (kegiatan mengumpulkan massa). Karena (khawatir) nantinya sulit untuk mengendalikan banyaknya orang,” bebernya.

Bahkan terkait upaya menghimpun simpati masyarakat, lanjutnya, juga dilakukan dengan lebih hati-hati.

“Jadi kalau ada kegiatan apa-apa harus di dalam ruangan. Tidak boleh ada keramaian, jangan! Takutnya nanti timbul kerumunan dan berisiko. Kasihan yang mengikuti Pilkades. Mohon juga dari teman-teman pendukung untuk diingatkan supaya nanti tidak dinilai gagal oleh panitia,” ujar Hendy.

Lebih lanjut Hendy menyampaikan, soal deklarasi damai dan doa bersama yang dilakukan, menurutnya sebagai bentuk penguatan komitmen diantara para calon kepala desa (cakades).

“Jadi disinilah titik awal kita melakukan kebersamaan menyampaikan kepada cakades untuk mengikuti pilkdes serentak di 25 November 2021,” ujarnya.

“Mudah-mudahan kita masih menunggu surat dari menteri, nanti kalau sudah turun kita laksanakan (sesuai regulasi). Tentunya komitmen dari teman-teman kita melaksanakan Pilkades dengan jujur. Tak lupa, kita juga berterimakasih kepada peserta. Terkait pembangunan ini akan bisa berhasil. Kalau di desa-desa itu (pelaksanaan pilkades) bisa sukses juga,” imbuhnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono