FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pelaksanaan Pilkades di Jember, Bupati Hendy Ingatkan Bayang-Bayang Varian Baru Covid-19

Advertorial     Dibaca : 148 kali Penulis:
Pelaksanaan Pilkades di Jember, Bupati Hendy Ingatkan Bayang-Bayang Varian Baru Covid-19
FaktualNews.co/hatta
Bupati Jember Hendy Siswanto saat kegiatan Deklarasi Damai Pilkades 2021

JEMBER, FaktualNews.co – Dalam kesempatan kegiatan Deklarasi Damai, Penandatanganan Fakta Integritas dan Doa Bersama Dalam Rangka Pilkades Serentak Kabupaten Jember 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto mengingatkan tentang esensi pelaksanaan pilkades untuk mencari calon pemimpin kepala desa yang berintegritas.

Juga memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat di desa setempat.

Namun demikian, kata Hendy, karena pelaksanaan Pilkades Serentak 25 November 2021 mendatang untuk tetap melaksanakan prokes ketat. Pasalnya saat ini diakui Hendy, juga masih dibayangi penyebaran virus Covid-19 varian baru.

“Masih banyak PR kita di desa-desa, masalah stunting, buta aksara, AKI dan AKB, dan kemiskinan. Itu yang perlu kita bantu semua. Tentunya kepedulian Kades yang terpilih sungguh kita harapkan. Jangan sampai Pemkab Jember mempunyai suatu kebijakan yang tidak in line (sejalan, red) dengan desanya,” ujar Hendy usai kegiatan di Gedung Serba Guna Kecamatan Kaliwates, Selasa (16/11/2021) sore.

Hendy juga mengingatkan kepada para calon kades dan tim pemenangan untuk tetap menerapkan prokes ketat. Terlebih juga nantinya saat pelaksanaan pilkades.

“Untuk protokol kesehatan wajib diikuti, karena kemarin malam kami juga ikut (rapat koordinasi) Covid-19 di Jawa Timur (Gedung Grahadi). Kita masih di bayang-bayangi dengan varian Covid baru. Jadi ada varian baru Delta Plus, AY.4 AY.2. Ini juga sangat berbahaya,” ujar Hendy.

Kemudian terkait keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilkades serentak. Hendy juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Untuk keamanan kami sudah di bantu oleh pihak Kepolisian/TNI, semuanya dilakukan keamanan standar. Termasuk titik -titik rawan itu dari TNI/Polri yang memahami itu,” ujarnya.

“Tapi yang jelas kami mohon masyarakat sekitar juga untuk saling memahami terkait timbulnya keramaian. Toh ini untuk (kebaikan) Jember semua,” imbuhnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono