FaktualNews.co

Musim Penghujan, Banyak Ular Masuk Rumah Warga di Jember

Peristiwa     Dibaca : 146 kali Penulis:
Musim Penghujan, Banyak Ular Masuk Rumah Warga di Jember
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/
Foto : Ular Tambang yang sembunyi di dalam pipa paralon berhasil diamankan petugas damkar

JEMBER, FaktualNews.co – Rumah salah seorang warga di Jalan Karimata Kavling 01, Lingkungan Gumuk Kerang, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari., Jember kemasukan ular tambang sepanjang kurang lebih 20 cm.

Ular yang gigitannya tidak membahayakan manusia namun ditakuti ular kobra itu, menurut Eva sudah masuk ke dalam rumahnya sebanyak dua kali.

Ular tersebut diketahui bersembunyi di dalam pipa paralon tempat pengeluaran air buangan dari dalam rumah.

“Kami tadi melakukan evakuasi terhadap Ular Tambang setelah ada laporan ke Mako Damkar. Dengan panjang (ular) kira-kira 20 cm kecil, masuk ke dalam rumah. Karena di lokasi perumahan ada pohon besar yang rantingnya masuk ke dalam rumah,” kata Koordinator Tim Damkar dan Penyelamatan Mako Pemkab Jember Ferdy Fernandho usai, melakukan proses evakuasi, Rabu (17/11/2021).

“Diduga ular itu merayap dari dahan pohon itu dan masuk dalam rumah,” sambungnya.

Proses evakuasi itu berlangsung cepat hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 menit.

“Tadi cara mengeluarkan ular dari dalam (pipa) paralon dengan disiram air, dan ularnya keluar. Langsung kami tangkap dan diamankan oleh petugas. Ular tambang ini sudah kedua kalinya masuk di rumah warga ini. Diduga karena sekarang masuk musim penghujan,” kata Ferdy.

“Jadi banyak telur ular yang menetas saat curah hujan tinggi ini. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Menjelang bulan November dan Desember. Laporan ular masuk rumah mengalami peningkatan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, katanya, warga diimbau untuk rajin kerja bakti.

“Karena ular suka dengan tempat lembab dan rimbun. Juga untuk di sekitar jendela atau pintu, jika dirasa ada ular yang sering lewat, untuk diberi kapur barus, atau bau-bauan yang menyengat. Ular tidak takut dengan garam dan salah kaprah masyarakat yang memberikan garam itu,” bebernya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid